SriwijayaPost/

Jabat Pjs Walikota Pagaralam, Ini Tantangan Berat Dihadapi H Amsin Djauhari

H Amsin yakin bahwa Pilkada Kota Pagaralam akan terselenggara dengan aman, kondusif sesuai dengan tahapan.

Jabat Pjs Walikota Pagaralam, Ini Tantangan Berat Dihadapi H Amsin Djauhari
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Pjs Walikota Pagaralam, H Amsin Djauhari 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Pagaralam, H Amsin Djauhari sudah mendapatkan tantangan berat dari Mabes polri.

Pasalnya berdasarkan data dari Markas Besar (Mabes) Polri Kota Pagaralam merupakan salah satu kota penyelenggara pilkada yang yang berpotensi rawan pelanggaran pilkada bahkan berada diurutan keempat se Indonesia dengan indikasi kerawanan dari persaingan masing-masing calon.

Menyikapi hal tersebut, saat serah terima jabatan dengan Walikota non Aktif Hj Ida Ftriati di Rumah Makan Pagi Sore Jalan Basuki Rahmat Palembang, Amsin mengatakan bahwa ini adalah tantangan tersendiri bagi dirinya selaku Pjs Walikota Pagaralam.

"Kita semua tahu dengan kabar tersebut dan ini saya anggap tantangan bagi saya bahwa hal itu tidak benar. Kita akan mengawal Pilkada Pagaralam agar tetap berjalan lancar dan aman," ujar Amsin.

Dirinya yakin bahwa Pilkada Kota Pagaralam akan terselenggara dengan aman, kondusif sesuai dengan tahapan.

Pasalnya Pagaralam pernah melaksankan pilkada dengan kandidat yang lebih banyak jumlahnya dibanding dengan pilkada 2018 mendatang.

"Jangankan enam calon, sembilan calon saja pilkada Pagaralam termasuk pilkada paling aman ditahun 2013 lalu," katanya.

Dirinya tetap akan berkoordinasi baik dengan pihak terkait seperti Polres,TNI serta Jaksa untuk menjaga kambtimas menghadapi Pilkada Kota Pagaralam.

"Karena kita ingin menunjukan serta membuktikan bahwa pernyataan Mabes Polri itu tidak benar dan tidak terjadi di Kota Pagaralam, jadi semua elemen mulai dari masyarakat dan pihak terkait harus saling membantu," jelasnya.

Pjs Walikota ini juga meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kota Pagaralam untuk tetap menjaga netralitas dan tidak berpihak dalam memberikan dukunga kepada masing-masing calon.

"Jika ditemukan ASN yang berpihak dengan paslon maka tetap akan diberikan tindakan sesuai dengan undang-undang ASN," tegasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help