SriwijayaPost/

Abu Tours Palembang

Warga Lihat Ada Truk Fuso Mengangkut Barang dari Kantor Abu Tours pada Malam Hari

"Kami harus tangkap tersangkanya dulu, baru kemudian periksa kantornya. Namun pastinya saat ini dalam penyelidikan petugas," kata Suwandi.

Warga Lihat Ada Truk Fuso Mengangkut Barang dari Kantor Abu Tours pada Malam Hari
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sejumlah warga yang merupakan calon jemaah umroh yang gagal berangkat ketika mendatangi Kantor Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Kecamatan IB I Palembang, Selasa (13/2). 

Pihaknya menerima satu aduan yang tercatat dalam dua laporan polisi. Sedangkan untuk korban lainnnya tidak perlu untuk membuat laporan polisi lagi, namun tetap diperiksa untuk melengkapi berkas barang bukti serta berita acara pemeriksaan.

"Perkara dan terlapornya sama yakni perkara 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan dengan terlapor Direktur Utama PT Amanah Bersama Ummat Muhammad Hamzah Mamba alias Abu Hamzah dan kawan-kawan," ujarnya.

Kepada warga Sumsel sebagai calon jemaah Abu Tours, Suwandi menghimbau, jika memang merasa tertipu dan gagal berangkat umroh, untuk segera mendatangi posko pengaduan Abu Tours terdekat.

Polda Sumsel telah membentuk posko pengaduan pada setiap satuan dan Polres yang ada di Sumsel, mengingat potensi korban yang mencapai 7.500 orang lebih.

"Kalau mau melapor ke Kemenag pun silakan. Nanti kami pun akan berkordinasi dengan Kemenag untuk mengumpulkan data-data korban selengkap-lengkapnya," ujarnya.

Dari pantauan Sripo di Kantor Abu Tours Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang, calon jemaah Abu Tours yang gagal berangkat umroh terus berdatangan.

Reza (44), penjaga malam di kawasan Kantor Abu Tours Palembang mengatakan, bahwa beberapa malan yang lalu pernah melihat truk besar merek Fuso yang parkir di depan Kantor Abu Tours.

"Sekitar 2-3 hari lalu, mereka membawa barang-barang dari kantor Abu Tours ke atas truk. Mobilnya plat DD (TNKB Sulsel). Saat diajak ngobrol, orang-orang yang beres-beres barang itu pun bahasanya seperti bahasa Makassar," jelasnya.

Bahkan ada sebagian yang langsung melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumsel di Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang.

Tercatat laporan yang diterima sebanyak 20 calon jemaah yang melapor. Sehari sebelumnya, 21 calon jemaah terlebih dulu sudah melapor.

"Saya mewakili rombongan korban sebanyak 21 orang. Sementara 20 lebih lainnya itu rombongan lainnya. Para klien saya sudah diperiksa sebagian dan memberikan barang bukti yang cukup pada penyidik," ujar Riduan, kuasa hukum 21 calon jemaah yang melapor ke Mapolda Sumsel.(bew/mg4).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help