Kemenag Sumsel Buka Posko Sudah 47 Orang Calon Jamaah Umroh Abu Tour Melapor

Hingga hari ini tercatat sudah 47 orang mengadu ke posko pengaduan kemenag sumsel soal Abu Tour.

Kemenag Sumsel Buka Posko Sudah 47 Orang Calon Jamaah Umroh Abu Tour Melapor
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Saefudin, Kasubag Humas Kemenag Sumsel saat ditemui, Senin (12/2) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel) membuka posko pengaduan jamaah travel Abu Tours yang sedang bermasalah beberapa waktu terakhir. Posko tersebut hadir sejak, Jumat (9/2). 

Hingga hari ini sudah 47 orang yang tercatat mengadu ke posko pengaduan kemenag sumsel. 

Kasubag Humas Kemenag Sumsel, Saefuddin mengatakan, tujuan pihaknya membuat posko pengaduan bagi jamaah Abu Tours agar menjadi tempat rumah jawab bagi mereka yang bertanya agar tidak kebingungan.

“Posko ini merupakan wadah bagi jamaah agar tidak kebingungan mau bertanya dimana mengenai masalah Abu Tours ini,” kata Saefuddin, Senin (12/2).

Saefuddin menambahkan, posko pengaduan ini tidak hanya ada di Kemenag Sumsel. Posko ini juga dibuka di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“Bahkan ada di setiap kecamatan yang juga membuka posko pengaduan jamaah Abu Tours ini. Kalau jamaah yang mengadu disini sudah mencapai 47 orang sampai sore ini,” jelasnya.

Dalam pengaduan tersebut, jamaah berharap kepada Kemenag Sumsel untuk diperjuangkan berangkat umroh atau dikembalikan uangnya.

“Saya sampaikan kepada jamaah itu merupakan kewajiban kami untuk mendampingi mereka dalam arti mensupport jamaah dan memberikan informasi atau data yang kami punya kepada mereka,” katanya.

Dari 47 jamaah yang sudah datang ke posko Kemenag Sumsel, lanjut, jamaah tersebut belum ada yang melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“47 jamaah itu belum melaporkan ke pihak kepolisian. Mungkin karena jamaah itu masih berharap bisa diberangkatkan atau bisa dikembalikan uangnya. Kalau sudah dilaporkan kepolisi mungkin mereka takutnya gagal berangkat atau uangnya tidak bisa kembali,” ungkapnya.

Saefuddin menambahkan, pihaknya menyarankan kepada jamaah yang belum diberangkatkan untuk datang ke posko pengaduan ini dengan memberi data nama, alamat daftar, rencana kapan berangkat, dan bukti berapa dana yang disetor.

“Ya, bagi jamaah yang belum diberangkat bisa datang ke posko ini dan akan kami data. Untuk posko pengaduan ini masih akan terus dibuka sampai ada kejelasan nantinya,” ujarnya. (mg2) 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help