Gelar Aksi Tolak Perayaan Valentine, Ratusan Pelajar di Palembang Rela tak Belajar

Aksi seruan ini tertulis dalam bentuk kalimat penolakan di beberapa spanduk maupun orasi yang disampaikan pelajar secara bergantian.

Gelar Aksi Tolak Perayaan Valentine, Ratusan Pelajar di Palembang Rela tak Belajar
SRIPOKU.COM/YULIANI
Aksi pelajar IPM Palembang yang turun ke jalan simpang Fly Over Jakabaring untuk tolak perayaan Valentine, Selasa (13/2/2018). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perayaan hari kasih sayang atau yang populer disebut Valentine's Day yang jatuh setiap tanggal 14 Februari besok mendapat kecaman serius dari lapisan pelajar.

Dengan kompak, ratusan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Palembang ini turun ke jalan simpang Fly Over Jakabaring, Selasa (13/2/2018).

Melalui aksi ini, para pelajar ini dengan tegas menyatakan untuk tolak perayaan Valentine's Day.

Aksi seruan ini tertulis dalam bentuk kalimat penolakan di beberapa spanduk maupun orasi yang disampaikan pelajar secara bergantian.

Aksi pelajar IPM  Palembang yang turun ke jalan simpang Fly Over Jakabaring untuk tolak perayaan Valentine, Selasa (13/2/2018).
Aksi pelajar IPM Palembang yang turun ke jalan simpang Fly Over Jakabaring untuk tolak perayaan Valentine, Selasa (13/2/2018). (SRIPOKU.COM/YULIANI)

Beberapa pengendara yang tengah berhenti saat lampu merah pun menerima selebaran dimana berisikan dampak negatif dari perayaan Valentine's day ini.

Koordinator Aksi, Abdel Haq mengatakan mereka sudah izin kepada sekolah untuk aksi kali ini.

"Kegiatan kita didukung penuh baik oleh pihak sekolah maupun organisasi Muhammadiyah sendiri.

Apalagi yang kita sampaikan saat ini adalah kebenaran untuk mengingatkan masyarakat bahwa Valentine's day bukanlah budaya kita," ujarnya di sela aksi.

Menurutnya Valentine's Day merupakan sesuatu yang tak asing lagi bagi kalangan remaja di tanah air.

Ditambah lagi dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan yang juga ikut serta menyebarluaskan tentang kegiatan pada hari tersebut.

"Fenomena ini sudah sering kita saksikan, bahkan teman-teman remaja lainnya mulai dari SMP kadang sudah mengetahui dan ikut perayan tersebut," jelasnya.

Ia berharap adanya aksi ini bisa menyadarkan masyarakat bahwa kita khususnya umat Muslim tak perlu ikut-ikutan budaya yang banyak menimbulkan mudharatnya.

"Sikap yang harus kita ambil yaitu tidak ikut merayakannya, tidak memberikan ucapan selamat dan harus menjelaskan hakikat perayaan ini," tegasnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help