Dinkes Palembang Kecolongan 2 Jemaah Risiko Tinggi

Dinkes Kota Palembang masih kecolongan, karena dua orang jemaah haji yang beresiko tinggi berhasil berangkat ke tanah suci.

Dinkes Palembang Kecolongan 2 Jemaah Risiko Tinggi
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA/DOKUMENTASI
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Palembang, dr Letizia 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang melakukan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) 2017 lalu.

Hasilnya Dinkes Kota Palembang masih kecolongan, karena dua orang jemaah haji yang beresiko tinggi berhasil berangkat ke tanah suci.

Untuk mengatasi hal seperti ini agar tidak terulang lagi, Dinkes Palembang meningkatkan jumlah puskesmas yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon kemaah haji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia, usai rapat evaluasi pemeriksaan kesehatan (CJH), Selasa (13/2) mengatakan sepuluh puskesmas yang akan melayani pemeriksaan kesehatan tahun sebelumnya hanya ada lima, untuk memaksimalkan pelayanan agar CJH tidak terlalu jauh dilakukan penambahan lima puskesmas lagi.

"Puskesmas Dempo, Merdeka, Sekip, Sematang Borang, Sukarame, Pembina, Plaju, Kertapati, Kalidoni dan Merdeka. Penambahan ini dilakukan agar para CJH mudah melakukan konsultasi kesehatan dan bagi yang memiliki resiko tinggi bisa segera ditangani," ujarnya.

Letizia mengatakan, untuk tahun 2018, pemeriksaan kesehatan CJH juga sudah mulai dilakukan, CJH harus mendapatkan pemeriksaan seputar kesehatannya.

"Mereka harus memeriksakan kesehatannya, jika melakukan pemeriksaan mereka akan diawasi, sebelum mereka berangkat dilakukan pembinaan tentang penyakitnya, dan disana juga diawasi. Ada empat kriteria dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut yakni sehat, Pengawasan, observasi, dan tunda," ujarnya.

Tahun lalu, CJH paling banyak menderita hipertensi sekitar 23,48 persen, dan rata-rata setiap tahunnya mendominasi, dan biasanya diidap oleh usia pra lansia keatas.

"CJH risti (resiko tinggi) tiap tahunnya, maka dari itu wajib periksa kesehatan. CJH risti biasanya berciri-ciri mempunyai penyakit kronis dan lansia. Tahun 2014 58,2 persen, tahun 2015 47,1 persen, tahun 2016 70,7 persen, dan tahun 2017 74,2 persen," ujarnya.

Menurutnya, selain diwajibkan untuk memeriksanakan kesehatan, para CJH juga harus melakukan vaksinasi meningitis, CJH dianjurkan untuk suntik vaksinasi influenza dan pneuko 23.

"Vaksinasi untuk jemaah Haji dapat dilakukan di 5 puskesmas, yakni Merdeka, Dempo, Pembina, Sekip dan Sematang Borang, baik jemaah reguler maupun jemaah haji plus.

Selain itu untuk jemaah umroh vaksinasi meningitis dapat dilakukan di 5 puskesmas itu juga, namun 2 vaksin yang dianjurkan (influenza dan pneuko 23) hanya ada di Merdeka dan Dempo," ujarnya. (Cr5)

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help