Anggota DPRD Sumsel, Rudi Apriadi Jalani Sidang Dakwaan. Terancam Tujuh Tahun Penjara

Rudi Apriadi, anggota DPRD Sumsel, terancam hukuman pidana tujuh tahun penjara. Ancaman ini berdasark

Anggota DPRD Sumsel, Rudi Apriadi Jalani Sidang Dakwaan. Terancam Tujuh Tahun Penjara
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Rudi Apriadi, anggota DPRD Sumsel yang menjadi terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat tanah ketika menjalani sidang dakwaan di PN Klas IA Palembang, Selasa (13/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rudi Apriadi, anggota DPRD Sumsel, terancam hukuman pidana tujuh tahun penjara. Ancaman ini berdasarkan pasal yang didakwa jaksa pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Selasa (13/2/2018).

Anggota legistatif dari Fraksi PAN ini menjalani sidang dakwaan atas kasus dugaan pemalsuan surat tanah. Dalam sidang dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Edi Suyanto SH MH, Rudi didakwa dengan pasal 266 ayat 1 KUHP.

JPU Edi membacakan surat dakwaan sesuai pasal yang didakwakan, bahwa Barang siapa menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam, jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sepanjang menjalani perisdiangan, Rudi Apriadi yang statusnya menjadi tahanan kota, hanya diam dan fokus mendengarkan dakwaan jaksa dihadapan majelis hakim yanh dipimpin Hakim Ketua Sunggul SH MH.

Terdakwa Rudi didakwa berdasarkan laporan Iskandar Bandarpranata atas dugaan Pemalsuan Surat pelimpahan hak Tanah seluas kurang lebih 6 hektare dio bjek daerah Talang Buluh Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Usai mendengarkan dakwaan jaksa, Rudi melalui penasehat hukum Yusmaheri SH MH, mengajukan eksepsi pada sidang selanjutnya yang digelar pekan depan.

"Kita akan siapkan materi eksepsinya dahulu.

Yang jelas dalam hal ini klien kami minta dibebaskan dari segala tuduhan pidana," ujar Yusmaheri.

Begitu juga yang disampaikan Mgs Amin SH sebagai kuasa hukum Rudi yang ikut mendampingi.

Bahwa perbuatan kliennya bukan perbuatan pidana. Jika pun salah, seharusnya masuk dalam ranah perdata.

"Pada dakwaan jaksa kami nilai banyak sekali asumsi-ssumsi yang bukan prinsipil dari perkara tersebut. Jadi klien kami tidak sama sekali melakukan perbuatan pidana," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Rudi Apriadi dilaporkan oleh Iskandar Bandarpranata di Mapolda Sumsel atas dugaan Pemalsuan Surat Tanah seluas kurang lebih 6 hektare diobjek daerah Talang Buluh, Kecamatan Ilir Barat Palembang. Namun ada juga yang menyebutkan wilayah itu masuk wilayah Banyuasin.

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help