Ada Penangkaran Buaya di Lubuk Keliat Ogan Ilir Berjumlah 4.477 Ekor, Warga Merasa Resah

"Bayangkan ada 4 ribuan lebih buaya dan banyak warga tidak tahu kalau disini tempat penangkaran buaya," kata Irwan.

Ada Penangkaran Buaya di Lubuk Keliat Ogan Ilir Berjumlah 4.477 Ekor, Warga Merasa Resah
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sebuah buaya berada di lokasi penangkaran Desa Payalingkung Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) berang, pasalnya di penangkaran buaya laut milik PT Vista Agung Kencana yang terletak di Desa Payalingkung Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang menangkarkan sebanyak 4477 ekor buaya bermasalah.

Bahkan diduga tiga ekor buaya yang berumur empat tahun lepas sehingga meresahkan masyarakat yang melakukan aktivitas.

Anggota dewan tersebut mendatangi areal penangkaran, Selasa (13/02), mereka adalah Anggota DPRD Fraksi Golkar Irwan Noviatra, Basri M Zahri dan Anggota DPRD Fraksi PAN Muliadi Abdillah.

Mereka didampingi Kadis Perikanan Ogan Ilir , Tarmuzi.

Buaya yang ada di penangkaran tersebut terhitung sampai November 2017 berjumlah 4477 ekor buaya laut, mulai dari umur 1 tahun-9 tahun dengan panjang lebih kurang 5 meter.

Jumlah pekerja di perusahaan tersebut hanya 15 pekerja di areal seluas 12 hektar. Selain itu diduga ada 3 ekor buaya yang lepas dan meresahkan warga.

Bahkan ada sapi milik warga yang tersebat buntut buaya sehingga sapi tersebut terluka dan cacat, selain itu buaya tersebut berenang di rawa yang sering digunakan warga untuk memancing ikan.

Ketua Fraksi Golkar Irwan Noviatra mengatakan sangat menyayangkan selama penangkaran buaya dibangun banyak masyarakat tidak mengetahuinya, selain itu tidak pernah membayar PBB, IMB selama 5 tahun Rp 200 juta, perizinan bermasalah, tidak ada komunikasi dengan masyarakat, humas perusahaan tidak mau bertemu anggota dewan, papan reklame tidak ada, CSR tidak tersalurkan dan sebagainya.

"Perusahaan ini bermasalah, warga dirugikan, bahkan tidak kooperatif sampai buaya diduga ada yang lepas dan meresahkan warga takut kena gigit. Kalau begini caranya bukan tidak mungkin kita rekomendasikan ditutup saja," tegas Irwan Noviatra.

Anggota DPRD lainnya Basri M Zahri mengatakan sangat miris dengan perusahaan tersebut.

"Bayangkan ada 4 ribuan lebih buaya dan banyak warga tidak tahu kalau disini tempat penangkaran buaya. Kalau buayanya lepas bisa habis warga di 3 kecamatan," paparnya.

Kades Payalingkung Misriyadi mengatakan pihak perusahaan sangat tertutup dengan warga.

"Bahkan saya baru kali ini masuk kesini. Mereka tidak kooperatif, staf pekerjanya saja minim. Kabarnya kulit buaya ini untuk dibuat tas dan sebagainya," jelasnya.

GM Manager Pam Buaya PT Vista Agung Kencana Joko mengakui jika ada 4477 ekor buaya laut sampai November tahun 2017.

"Kita ada izin dari Kementerian Kehutanan di Jakarta, pengembangan budidaya buaya ini tidak cuma disini tapi di Medan, Pontianak, Serang, Tangerang. Kalau soal perizinan, papan reklame, bayar pajak, CSR saya tidak mengerti. Kalau teknis pemeliharaan, evakuasi buaya bagian saya. Kalau buaya ada yang lepas saya belum tahu karena belum monitor," terangnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved