Pemilihan Bupati Muaraenim

Hj Shinta Paramitha Lepas Status PNS, Demi Maju Pilkada Muaraenim

Honor selama 17 tahun untuk jadi PNS, Kini Hj Shinta Paramitha Sari harus ikhlas melepaskan status PNS-nya.

Hj Shinta Paramitha Lepas Status PNS, Demi Maju Pilkada Muaraenim
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak empat Paslon Bupati dan Wabup Muaraenim berfoto bersama usai ditetapkan oleh KPU Muaraenim sebagai calon Bupati dan wabup Muaraenim 2018, di Kantor KPU Muaraenim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Setelah ditetapkannya sebagai Calon Bupati dan Wabup Muaraenim 2018 oleh KPU Muaraenim, otomatis seluruh calon yang masih menjabat sebagai PNS, DPRD dan Wabup Muaraenim diharuskan menanggalkan jabatan selama Proses Pilkada Muaraenim berlangsung, Senin (12/2/2018).

Menurut salah satu calon Bupati Muaraenim jalur perseorangan DR Hj Shinta Paramitha Sari SH MH, bahwa ia ikhlas mundur dari PNS Pemkab Muaraenim, meski baru empat tahun ia mengecapnya.

Padahal menjadi PNS melalui perjuangan yang panjang, karena dirinya harus honor dahulu menjadi guru selama 17 tahun.

Karena merupakan aturan maka harus dipatuhi oleh semua orang. Bahkan bukan mundur saja dari PNS, ia akan cuti mengajar Akbid Muaraenim dan STIH Serasan Muaraenim sebagai dosen karena fokus untuk kampanye.

"Ini keputusan berat, tetapi untuk mengabdi ia ikhlas melepas PNS. Meski tidak jadi Bupati, saya akan tetap mengabdikan ilmu saya, dimana saja berada," ujar Shinta yang merupakan istri Bupati Muaraenim Ir H Muzakir.

Sedangkan menurut Wabup Muaraenim H Nurul Aman yang mencalonkan diri menjadi Bupati Muaraenim, bahwa ia telah mengambil cuti selama proses Pilkada Muaraenim terhitung 15 Februari - 20 Juni 2018.

Begitupun seluruh fasilitas akan diserahkannya mulai dari rumah dinas, mobil dinas dan segala sesuatu yang fasilitasi oleh kedinasan.

"Sekarang saya lagi pindahan rumah. Besok mobil dinas juga diserahkan," ujar Nurul Aman yang juga Ketua DPC PPP Muaraenim ini.

Menurut calon dari gabungan Parpol Bupati Muaraenim lainnya Ir A Yani MM yang menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel mengatakan bahwa sejak dirinya ditetapkan sebagai calon Bupati Muaraenim oleh KPU Muaraenim, maka otomatis ia tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel.

Bahkan jauh-jauh hari, surat penggantiannya sebagai anggota DPRD Sumsel sudah ada nama penggantinya di KPU Muaraenim yakni Tri Aljadin sesuai nomor urut suara.

Sementara itu untuk calon Bupati Muaraenim DR Ir H Syamsul Bahri MM, mengatakan bahwa sudah jauh-jauh hari mengambil pensiun dini dari PNS di Pemprop Sumsel. Ini merupakan salah satu bentuk keseriusannya untuk maju pada Pilkada Muaraenim.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help