SriwijayaPost/

Ragam Objek Wisata Belum Terjamah di Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dikenal memiliki wisata yang luar biasa, serta memiliki keragaman objek wisata alam.

Ragam Objek Wisata Belum Terjamah di Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Danau Rakihan di OKU Selatan masih alami belum mendapat sentuhan dari Pemerintah setempat. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dikenal memiliki wisata yang luar biasa, serta memiliki keragaman objek wisata alam.

Selama ini wisatawan hanya mengetahui objek wisata Danau Ranau, akan tetapi selain objek wisata Danau terdapat puluhan wisata yang berada di lokasi yang berbeda yang terdapat di wilayah Bumi Serasan Seandanan yang memiliki keindahan yang masih asri.

Objek wisata yang dimaksud terdapat sejumlah yang telah terdata oleh Dinas Pariwisata dan sebaliknya belum terdata sehingga minimnya perawatan oleh dinas terkait maupun masyarakat setempat.

Seperti Danau Rakihan, yang berada di Desa Ulu Danau Kecamatan Sindang Danau yang telah terdata namun tanpa perawatan sama sekali sejak beberapa tahun terkahir, baik fasilitas maupun akses kelokasi Danau. Dari Kota Muaradua menuju Lokasi berkisar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan.

Air terjun Tinggiran Punai OKU Selatan
Air terjun Tinggiran Punai OKU Selatan (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

Selain Danau Ranau dan Danau Rakihan terdapat wisata Air terjun yang bisa menjadi objek wisata setiap daerah oleh setiap Desa yang belum mendapat perhatian oleh Dinas terkait.

Seperti Wisata Kembuhak di Desa Lawang Agung Kecamatan Kisam Tinggi yang dijadikan pengunjung tempat memasak telur dan sebagainya pada mata air panas yang mendidih yang muncul di permukaan tanah namun untuk menuju lokasi terbilang cukup jauh yang bisa menuju lokasi dari Kota Muaradua berkisar 4-5 jam perjalanan kendaraan.

Sedangkan di lokasi yang berbeda di Desa Bayur Tengah Kecamatan Muaradua Kisam terdapat Juga Air Terjun yang di kenal warga dengan nama Curup Sakiri dengan ketinggian mencapai 80 meter serta di lengkapi dengan bebatuan besar yang berada di sekitaran lokasi.

Namun karena jauh jarak tempuh menuju lokasi serta akses yang sulit membuat objek wisata ini sulit berkembang, kelokasi ini juga mencapai 4 jam perjalanan kendaraan.

Warga lebih memilih kecurup Tinggiran Punai curup kedua di Desa yang sama yang tidak jauh dari Desa Penduduk walaupun keindahannya tidak sebanding dengan Curup Sakiri.

Air terjun Irigasi tak Berikan OKU Selatan
Air terjun Irigasi tak Berikan OKU Selatan (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

Kemudian air terjun bertingkat terdapat di Desa Kebun Agung Kecamatan Kisam Ilir, dengan aliran air terjun yang bertingkat tiga yang lebih dikenal warga sekitar dengan nama Curup Tinggi, namun kemistisan di lokasi wisata air terjun serta belum terdapat fasilitas di sekitaran lokasi membuat objek wisata ini menjadi vakum.

Dari Kota Muaradua menuju Desa Kebun Agung berkisar 1 jam dam dari Desa Kelokasi dengan jarak tempuh 30 menit perjalanan.

Tidak hanya sampai di situ wisata Air terjun di Kabupaten OKU Selatan, ada juga Air Terjun Tak Berikan, juga terdapat di Kecamatan Kisam Ilir di Desa Simpang Campang, yang memiliki keunikan yang berbeda dengan dilengkapi dengan deras arus air dan bebatuan yang tersusun, aliran air yang digunakan warga untuk perairan sawah di ladang Desa setempat.

Tidak jauh dari sekitar lokasi baru-baru ini di temukan oleh warga air terjun yang dengan ketinggian hingga 40 Meter hingga saat ini belum diberi oleh warga setempat untuk mencapai lokasi kedua wisata Desa Simpang Campang membutuhkan waktu dengan kendaraan kisaran 40-60 menit.

Sedangkan dari Pusat Kota Muaradua menuju Desa Simpang Campang dengan 1 jam perjalanan.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help