Kisah Dibalik Nama Emen, dan Tanjakannya Yang Sudah Memakan Puluhan Nyawa.

Masyarakat sekitar percaya arwah Emen bergentayangan setelah persitiwa itu dan kerap mengganggu pengguna jalan yang melintas di sana.

Kisah Dibalik Nama Emen, dan Tanjakannya Yang Sudah Memakan Puluhan Nyawa.
Facebook/Kabar Subang
Bus kecelakaan di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018). 

SRIPOKU.COM - Sejumlah kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa pernah terjadi di tajakan Emen. 

Bahkan, banyak masyarakat mempercayai itu balasan dari sosok Emen.

Tidak  berlebihan, tanjakan atau turunan Emen disebut-sebut menjadi salah satu tempat yang dikenal sangat angker.

Bagi yang belum tahu, nama Emen sudah sedemikian melegenda di Jawa Barat hingga dimitoskan dan diabadikan menjadi nama satu tanjakan penghubung Bandung-Subang.

.
. ()

Banyak versi tentang kisahnya tapi kira-kira begini mitos Tanjakan Emen bermula. Pada era 1960-an, jalan raya Bandung-Subang masih mencekam saat malam dan belum seramai sekarang. Tersebutlah Emen, sopir pengangkut sayuran yang sering pulangi-pergi Bandung-Subang. Kala itu, ia satu-satunya orang yang berani melewati jalan itu saat malam.

Sekali waktu, entah karena apa, kecelakaan menimpanya. Ia tewas di tanjakan di sekitar kawasan Ciater. Emen terjabak dalam mobil yang terbalik dan terbakar hidup-hidup.

Masyarakat sekitar percaya arwah Emen bergentayangan setelah persitiwa itu dan kerap mengganggu pengguna jalan yang melintas di sana.

Setelah kematiannya, banyak kejadian rem blong dan mobil yang melaju tak terkendali yang mengakibatkan kecelakaan parah dan memakan korban jiwa. Bagi yang percaya, semua peristiwa itu terjadi karena ulah Emen.

Itulah kenapa banyak pengguna jalan yang membuang sebatang rokok saat melintas di Tanjakan Emen dengan harapan tidak diganggu sang arwah penasaran dan selamat sampai tujuan. Konon, Emen merupakan pecandu rokok.

Rentetan Kecelakaan Maut Di Tanjakan Emen 

Tiga kecelakaan maut dalam kurun lima tahun terakhir juga terjadi di Tanjakan Emen. Dua dari tiga kecelakaan tersebut memakan korban jiwa turis asing.

1 - kecelakaan maut yang memakan korban jiwa turis asing terjadi pada 7 Oktober 2011. Bus pariwisata yang mengangkut belasan turis asal Belgia, Belanda, dan Pakistan, itu terguling sebelum menabrak tebing. Empat orang, termasuk seorang sopir warga Indonesia, tewas dalam musibah tersebut. Kecelakaan disebabkan rem bus bernomor polisi B 7917 ID itu blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan laju kendaraan di jalan menurun dan menikung. Bus lalu terguling dan sempat terseret di aspal sebelum menabrak tebing.

Minibus pariwisata yang berpenumpang 11 turis asing terguling di Tanjakan Emen, Jalan Raya Ciater Lembang, Kabupaten Subang, pada Jumat (7/10/2011)
Minibus pariwisata yang berpenumpang 11 turis asing terguling di Tanjakan Emen, Jalan Raya Ciater Lembang, Kabupaten Subang, pada Jumat (7/10/2011) ()

2..Kecelakaan berikutnya terjadi pada 1 Oktober 2012. Empat orang, yakni turis asing asal China dan Taiwan, serta         seorang pemandu wisata tewas. Bus ukuran tiga per empat, Dian Mitra, dengan nomor polisi AA 1486 TP itu terguling saat melaju di jalan menurun di Tanjakan Emen. Bus mengangkut 23 penumpang, terdiri dari 20 turis Taiwan dan China serta pemandu. Bus tersebut melaju dari arah Gunung Tangkubanparahu menuju Subang.

3. Jauh sebelumnya, yakni pada 26 September 2009, kecelakaan maut juga terjadi di Tanjakan Emen.

   Bus pariwisata Parahyangan terguling menyebabkan sembilan orang tewas. Di antara korban terdapat beberapa balita.

kecelajkaan bus parahyangan , 26 september 2009
kecelajkaan bus parahyangan , 26 september 2009 ()
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help