Belajar Pecah Kaca dari Internet, Kaki Imam Ditembus Empat Butir Peluru Polisi

Imam terpaksa dilumpuhkan petugas dengan empat butir timah panas di kedua kakinya, karena melawan saat dibekuk.

Belajar Pecah Kaca dari Internet, Kaki Imam Ditembus Empat Butir Peluru Polisi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Imam Setiawan (28), tersangka pecah kaca, ketika diamankan buser polsek Plaju, bersama barang bukti, kemarin. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Spesialis pecah kaca yang sering meresahkan masyarakat kota Palembang, yakni Imam Setiawan (28), warga Jalan Sei Gerong, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang digulung
anggota buser Polsek Plaju.

Imam dibekuk petugas saat berada di kawasan tempat tinggalnya, Jumat (9/2) sekitar pukul 23.00.

Imam terpaksa dilumpuhkan petugas dengan empat butir timah panas di kedua kakinya, karena melawan saat dibekuk.

Informasi yang dihimpun, Imam dan rekannya SD yang masih berstatus DPO, sudah beberapa kali melancarkan aksinya.

Terakhir mereka beraksi di depan minimarket yang ada di Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju Palembang, Kamis (25/1) sekitar pukul 15.00.

Saat itu, korban Dedi Kurniawan (39) baru saja turun dari mobilnya dan masuk minimarket meninggalkan kendaraannya dalam keadaan terkunci.

Namun saat mau pulang, korban melihat kaca mobil bagian depan sudah pecah dan ponselnya sudah tidak ada lagi.

Sedang Iman ketika diperiksa mengakui perbuatannya. Ketika melakukan aksinya ia tugasnya sebagai mengeksekusi mobil yang telah dijadikan target operasi.

“Sedangkan teman saya (SD) tugas membawa motor Pak,”aku tersangka.

Melihat korban keluar dari mobil, ia pun turun dari atas motor dan langsung memecahkan kaca mobil menggunakan busi sepeda motor.

“Setelah pecah, kacanya saya dorong hingga terbuka dan mengambil ponsel korban Pak,” aku Imam.

Lanjutnya, ia pun sudah dua kali melakukan aksi pecah kaca.

“Belajar dari internet Pak. Ponselnya saya jual, uangnya untuk bermain warnet dan makan sehari-hari Pak,” ucap residivis kasus sajam ini dan pernah dipenjara tahun 2016.

Sementara , Kapolsek Plaju AKP Riska Apriyanti didampingi Kanit Ipda Juprius mengatakan setelah menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu  orang tersangka.

“Satu tersangka lainnya, masih dalam pengejaran anggota kita. Namun untuk identitasnya sudah kita kantongi. Tersangka IS terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas, karena saat akan ditangkap melakukan
perlawanan kepada petugas,” katanya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help