Pemilihan Bupati Muaraenim

Pasangan Shinta - Syuryadi dari Jalur Independen Lolos Verifikasi Faktual KPU

Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim Shinta Paramitha dan Suryadi, dipastikan maju dalam Pilkada Muaraenim 2018.

Pasangan Shinta - Syuryadi dari Jalur Independen Lolos Verifikasi Faktual KPU
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ketua KPUD Muaraenim Rohani menyerahkan hasil rapat pleno kepada pihak pendukung Shinta-Syuryadi. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim Shinta Paramitha dan Suryadi, dipastikan maju dalam Pilkada Muaraenim 2018.

Pasalnya dari hasil rekapitulasi dukungan perbaikan berhasil mengumpulkan sebanyak 38.825 dukungan dari syarat minimalnya 35.149 dukungan.

Hal ini terungkap dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dukungan perbaikan bakal pasangan calon Perseorangan hasil verifikasi faktual pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muaraenim yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muaraenim, Jumat (9/2/2018).

Menurut Ketua KPUD Muaraenim Rohani didampingi anggotanya, bahwa dari hasil perhitungan verifikasi faktual sebelumnya, total dukungan keseluruhan untuk Paslon Perseorangan Shinta - Syuryadi sebanyak 33.712, sedangkan syarat minimal adalah 35.149. Kemudian dilakukan perbaikan yakni Paslon harus menambah kekurangan tersebut sebanyak dua kali lipat.

Lalu pasangan Shinta - Syuryadi memberikan sebanyak 6.063 dukungan untuk perbaikan. Dan dari hasi verifikasi faktual ada sebanyak 5.113 dukungan yang memenuhi syarat, sedangkan selebihnya 950 dukungan tidak memenuhi syarat.

Dengan adanya tambahan 5.113 dukungan tersebut maka jumlah total dukungan menjadi 38.825, jadi telah melebihi syarat minimalnya 35.149 dukungan.

"Dari hasil verifikasi perbaikan tersebut pasangan Shinta dan Syuryadi di pastikan maju dalam Pilkada 2018," tukas Rohani.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Muaraenim Suprayitno didampingi anggotanya mengatakan, secara umum dan keseluruhan dalam proses verifikasi perbaikan ini tidak ada masalah, bahkan lebih baik dari proses verifikasi yang pertama.

Untuk itu bisa menjadi bahan evaluasi kita untuk seluruh PPK melakukan tertib administrasi, karena kalau verifikasi itu berhubungan dengan angka, jika ada satu angka yang hilang maka akan mempengaruhi hasil verifikasi.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help