Warga Muaraenim Ini Tewas Mengenaskan Setelah Tabrakan dengan Dump Truck Batubara

Wiranda dengan mengendarai motornya Honda Beat dari arah simpang Meo menuju ke arah desa Sleman.

Warga Muaraenim Ini Tewas Mengenaskan Setelah Tabrakan dengan Dump Truck Batubara
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Warga berbondong-bondong berupaya menyelamatkan Wiranda (17) warga Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim yang tewas tabrakan, Kamis (8/2/2018). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Tragis sekali nasib yang menimpa Wiranda (17) warga Desa Sleman, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim ini.

Ia tewas mengenaskan setelah motor Honda Beat BG 3361 OD yang dikendarai oleh bertabrakan Dump Truck BE 9017 CU yang dikendarai oleh Rudi (26) warga Desa Dono, Lampung Tengah, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 16.30.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Jumat (9/2/2018), bahwa kejadian tersebut bermula ketika korban Wiranda dengan mengendarai motornya Honda Beat dari arah simpang Meo menuju ke arah desa Sleman.

Namun ketika berada di lokasi kejadian di Desa Tanjung Karangan, dengan kondisi hutan yang sepi dan tikungan, tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah Dump truk BE 9017 CU yang sarat muatan Batubara yang dikemudikan Rudi (26) warga Desa Dono Agung, Lampung Tengah, langsung bertabrakan sehingga korban terlindan dan terseret sejauh 10 meter bersama motornya dibawah ban kanan depan Dump Truk.

Akibat tabrakan tersebut motor korban ringsek dan korban tewas ditempat dengan luka paha kaki kanan dan pinggang kiri hancur.

Dump truk baru berhenti setelah supir Dump Truk mengerem menghentikan laju kendaraan.

Setelah berhenti, warga yang melintas melihat tabrakan tersebut dan berusaha memberikan pertolongan, namun korban sudah keburu meninggal dunia.

Kemudian warga menelpon Polisi, dan oleh Polisi korban dibawa ke RSUD Muaraenim untuk divisum.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasatlantas AKP Adik Listiono didampingi Ps Kanit Laka Aiptu Mustaim, bahwa dari keterangan sopir, bahwa ia baru mengisi batubara dari PT PGU dan akan dibawa ke Lampung dengan kapasitas sekitar 36 ton.

Dari hasil analisa, jalan memang menikung, kondisi di dalam hutan dan sepi, diduga keduanya ketemu di tikungan karena sama-sama menikung, sehingga terjadilah tabrakan dan korban terseret ke kiri jalan sekitar 10 meter bersama motornya.

"Kita belum bisa menentukan salah siapa, karena pas kejadian jalan sepi dan memang tidak ada saksi dari kedua pihak.

Jadi kita lakukan olah TKP sesuai dilapangan dan logika," ujar Mustaim.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help