Ragamku

5 Teknik Menahan Emosi Saat Anak Berbuat Salah

Tiap orangtua pasti pernah marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya. Hal ini wajar, karena tiap orangtua ingin anaknya

5 Teknik Menahan Emosi Saat Anak Berbuat Salah
www.anneahira.com
Membentak-bentak, meneriaki, apalagi menggunakan kekerasan bukanlah hal yang bijak untuk diterapkan pada anak.

SRIPOKU.COM - Tiap orangtua pasti pernah marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya. Hal ini wajar, karena tiap orangtua ingin anaknya menjadi orang yang baik.

Nah, yang jadi masalah, orangtua kadang langsung melampiaskan emosinya dengan membentak anak.

Berita Lainnya:  Anak Anda Suka Mengamuk, Galak, Menjerit? Ini Jalan Keluarnya

Menurut banyak ahli, membentak-bentak, meneriaki, apalagi menggunakan kekerasan bukanlah hal yang bijak untuk diterapkan pada anak. Masih ada cara lain yang bisa membuat anak memahami maksud orangtua.

Salah satu alasan kuat mengapa orangtua tidak bisa menahan emosi pada anaknya ketika mereka berbuat salah adalah rasa takut. Ya, rasa takut bisa membuat orangtua spontan berteriak atau bahkan memukul anak.

Misalnya ketika anak bermain air di dekat peralatan listrik yang tentu sangat berbahaya. Sudah diperingatkan berkali-kali, tapi anak tidak mengindahkan kata-kata orangtuanya, sampai air hampir tumpah ke colokan listrik.

Karena sangat takut akan bahaya anak tersengat listrik (kesetrum), kita mungkin secara refleks berteriak pada anak untuk berhenti main air.

Biasanya, kondisi orangtua yang sedang banyak pikiran atau stres berat, juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat mereka tidak bisa menahan emosi pada buah hatinya.

Padahal, wajar saja kalau anak-anak berbuat nakal atau melakukan kesalahan. Ini karena anak-anak memang sedang belajar soal batasan perilaku, mana yang diperbolehkan orangtua dan mana yang akan dilarang.

Lalu, bagaimana cara menahan emosi saat anak berbuat salah?

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help