Di Surat Cekal Status Tersangka. Tiga Brangkas di Villa Zumi Zola

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah vila milik keluarga Zumi Zola, di Bukit Ibul, Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat,

Di Surat Cekal Status Tersangka. Tiga Brangkas di Villa Zumi Zola
Kolase Sriwijaya Post/
Zumi Zola. 

SRIPOKU.COM, JAMBI - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggeledah vila milik keluarga Zumi Zola, di Bukit Ibul, Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi dikabarkan menemukan tiga brankas uang. Tiga brankas yang ditemukan dalam penggeledahan Rabu 31 Januari 2018 malam itu dibuka paksa. Diduga banyak uang yang ditemukan tim KPK dalam peti besi tersebut.

Berita Lainnya:
Ini 5 Fakta Zumi Zola Sebelum Jadi Tersangka KPK, No 2 Ternyata Pernah Giniin Perempuan

Informasi yang didapat, tim KPK yang di-backup anggota Polres Tanjabtim minta dicarikan pinjaman tiga mesin penghitung uang. Mesin itu akhirnya didapat dari beberapa bank. Sejumlah anggota Polres Tanjabtim membantu petugas KPK menurunkan tiga mesin penghitung uang tersebut. Dua mesin dipinjam dari bank swasta, sedangkan satu mesin dari Bank Jambi Muara Sabak.

"Kami menghargai profesi teman-teman, tolong juga hargai tugas kami, nanti selesai dijamin ada informasi," ucap Alex, penyidik KPK kepada wartawan saat ditanya terkait penggeledahan.

Tampak lima mobil berjejer di depan vila Zumi Zola. Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Marinus Marantika Sitepu mengaku tidak tahu jumlah pasti penyidik KPK yang melakukan penggeledahan. Sementara lima orang personel Pores Tanjabtim ditugaskan untuk mendampingi penyidik KPK melakukan penggeledahan. "Anggota kami ikut mendampingi lima orang, dari shabara dan provost," kata Kapolres singkat.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Hanafi Rais memastikan pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada Zumi Zola. "Partai pasti memberikan bantuan hukum kepada kadernya," ujarnya. Putra sulung Amien Rais itu mengatakan Zumi Zola adalah kader PAN yang cukup sukses dan berhasil dalam karir politiknya.

Sebelum memenangkan Pilkada Jambi tahun 2015 bersama Fahrori Umar, Zumi Zola merupakan Bupati Tanjung Jabung Timur di Jambi periode 2011-2016.

Hanafi membela Zumi Zola dengan menjelaskan bahwa kesalahan dalam kasus korupsi bukan semata dilakukan oleh oknum tetapi bisa jadi disebabkan oleh sistem pemerintahan yang berjalan. "Dalam kasus korupsi kita bicara bukan lagi masalah oknum tetapi masalah sistem. Kenapa banyak kepala daerah hasil pemilu mudah sekali terjerat dalam praktek-praktek semacam itu." "Itu harus menjadi renungan kita semua," tukasnya.

Cekal
Kabag Humas dan TU Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Agung Sampurno mengatakan berdasarkan surat pencegahan yang dilayangkan KPK kepada Ditjen Imigrasi, Zumi Zola berstatus sebagai tersangka. "Di situ (di surat pencegahan) tertulis (Zumi Zola) tersangka," ujar Agung.

Surat tersebut telah diterima Ditjen Imigrasi Kemenkumham dari KPK pada Kamis, 25 Januari 2018. Zumi Zola sendiri telah dicegah berpergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved