SriwijayaPost/

Pemkot Palembang Akan Bedah Seribu Rumah tak Layak Huni di 18 Kecamatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Baznas dan Dinas PU PR Kota Palembang akan membeda

Pemkot Palembang Akan Bedah Seribu Rumah tak Layak Huni di 18 Kecamatan
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Walikota Palembang Harnojoyo saat meresmikan rumah hasil bedah rumah bantuan Pemkot, Rabu (5/10/2016) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Baznas dan Dinas PU PR Kota Palembang akan membedah sekitar 1000 rumah tak layak huni. Program dilakukan secara bertahap, sesuai dengan data yang sudah dikumpulkan dari masing-masing RT yang tersebar di 18 kecamatan.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda,  usai peresmian bedah rumah milik warga Gang Malaya Kelurahan Tuan Kentang Heriyanto, Rabu (31/1) mengatakan, khusus PU PR ada dua sumber dana yakni APBD dan APBN.

"Pemkot sendiri mengganggarkan dana sekitar Rp13 miliar untuk pembedahan 600an unit rumah. Sementara dari APBN ada sekitar Rp 5 miliar untuk 400an rumah.

"Nilai bantuan tiap rumah itu berbeda, tergantung luas lahan. Dan sejak 2014 lalu ada sekitar 4000an rumah yang telah dibedah," ujarnya.

Sementara untuk persyaratan pengajuan bedah rumah sendiri, lanjutnya, cukup melampirkan surat kepemilikan tanah milik pribadi yang diketahui aparat desa setempat, KTP dan KK.

“Nantinya ada tim peninjau. Yang mana memang tak layak huni maka akan diberikan bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Baznaz Saim Marhadan menambahkan, pada 2017 lalu ada lima rumah yang dibedah dan pada 2018 ini oihaknya menargetkan lebih dari lina rumah lagi yang akan dibedah.

'Sumber dana kita itu dari zakat baik ASN maupun masyarakat umum. Dan syaratnya pun sama seperti program Dinas PU PR," nya.

Terpisah, penerima bantuan bedah rumah asal Gang Malaya Kelurahan Tuan Kentang Heriyanto mengaku, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkot Palembang.

Sebab sebelumnya ia tidak mempunyai dana untuk memperbaiki rumahnya.

Bahkan, kemarin ia sempat disuruh tidak lagi tinggal di sana oleh aparat desa setempat karena kondisi rumah yang memprihatinkan dan bisa roboh sewaktu-waktu.

"Terima kasih atas bantuan ini. Saya berjanji akan merawat rumah ini," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help