SriwijayaPost/

Digagas Sejak Tahun 1940, Begini Bentuk dan Luasnya Irigasi Pagaralam

Pembangunan proyek Irigasi Lematang di Kecamatan Dempo Tengah terus dikebut.kitar 55 persen.

Digagas Sejak Tahun 1940,  Begini Bentuk dan Luasnya Irigasi Pagaralam
waw
Tampak Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati saat meninjau lokasi pembangunan irigasi di Dempo Tengah beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pembangunan proyek Irigasi Lematang di Kecamatan Dempo Tengah terus dikebut.

Saat ini pengerjaanya sudah mencapai sekitar 55 persen.

Proyek irigasi terbesar di Kota Pagaralam yang pembangunannya menelan dana Rp273 Miliar ini diprediksi akan rampung sekitar akhir 2018 mendatang.

Untuk memastikan proyek tersebut tepat waktu, Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati meninjau langsung lokasi proyek pembangunan Irigasi Lematang yang terletak di Dusun Jokoh Kecamatan Dempo Tengah.

Setelah selesai, Irigasi Lematang diperkirakan akan mampu mengairi sekitar 3.000 hektare sawah yang tersebar di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan.

Menurut Ida Fitriati, jika produktivitas setiap hektare sawah mencapai 6 ton Gabah Kering Giling (GKG), maka setelah Irigasi Lematang beroperasi akan akan penambahan produksi beras atau GKG sebanyak 3.000 ha 18.000 ton GKG per tahunnnya.

Saat ini produksi beras/GKG Kota Pagaralam mencapai 42.000 ton per tahun. Sehingga total produksi setelah Irigasi Lematang selesai diprediksi menjadi 60.000 ton per tahun.

"Sedangkan kebutuhan Kota Pagaralam hanya 28 ribu ton.

Itu artinya Kota Pagaralam tidak hanya telah mencapai swasembada beras melainkan sudah mengalami surplus beras 32.000 ton per tahun," jelas Ida, kepada sripoku.com, Selasa (30/1/2018).

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help