Pemkab OKI Mampu Mengentaskan Tiga Kecamatan dari Keterisoliran Energi Listrik

Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan, pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk di sektor ketenagalistrikan terus digenjot.

Pemkab OKI Mampu Mengentaskan Tiga Kecamatan dari Keterisoliran Energi Listrik
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH/DOKUMEN
Pemasangan tiang listrik oleh PLN untuk mengaliri listrik hingga ke desa-desa, Kamis (6/4/2017). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (DPPR) berkomitmen dalam perluasan jaringan listrik desa.

Warga OKI di wilayah Pesisir Timur sudah merasakan langsung program ini, masyarakat yang dulunya tak menikmati penerangan, kini sudah bisa tersenyum, karena tak lagi disungguhi pemandangan gelap di malam hari tanpa listrik.

Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan, pembangunan infrastruktur pedesaan termasuk di sektor ketenagalistrikan terus digenjot.

Melalui program listrik desa, rasio elektrifikasi masyarakat OKI meningkat hingga 92 persen dari 75 persen pada tahun 2013.

“Energi listrik itu jadi ciri sebuah daerah sudah merdeka atau belum, untuk itu mengoptimalkan elekrifikasi masyarakat OKI. Sejak 2015 lalu kita sudah memasok listrik untuk masyarakat di tiga kecamatan yakni, Air Sugihan, Sungai Menang dan Cengal," kata Iskandar.

Sejak dua tahun terakhir, Pemkab OKI mengenjot rasio elektrifikasi masyarakat melalui pembangunan jaringan transmisi listrik desa sepanjang 103,96 kilometer dan 546 unit jaringan listrik tenaga surya.

"Melalui program ini, Pemkab OKI mampu mengentaskan tiga kecamatan dari keterisoliran energi listrik," ujarnya dan tahun 2018 semua desa di 3 kecamatan tersebut semua akan terang.

Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Kabupaten OKI, Ir Man Winardi MTP didampingi Kabid Perumahan, Ir Ramlan, Senin (29/1/2018) mengatakan, dari tahun ke tahun rasio desa berlistrik di OKI mengalami peningkatan.

"Alhamdulillah sejak kepemimpinan pak Bupati H Iskandar SE, rasio desa berlistrik meningkat dari 75 persen menjadi 92 persen," kata Man.

Peningkatan rasio desa berlistrik menjadi tolak ukur keberhasilan program pemerintah kabupaten yang memang memprioritaskan pembangunan dimulai dari desa, salah satunya listrik yang menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat.

”Ini juga selaras dengan program pemerintah pusat,“ ujar Man.

Menurutnya, pemerintah pusat menargetkan hingga tahun 2019 mendatang, rasio desa berlistrik harus mencapai angka 95 persen.

"Saat ini Kabupaten OKI telah mencapai angka 92 persen. Tinggal 3 persen penyempurnaan," ungkap Man.

Dia mengatakan, tahun 2018 ini program penambahan jaringan listrik desa masih tetap dilanjutkan.

“Ya kita akui masih ada desa yang belum dialiri listrik. Insya Allah secara bertahap akan rampung," tandasnya. 

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved