Mantan Perawat National Hospital Diduga Tidak Lakukan Pelecehan Seksual pada Pasien, Ini Alasannya

Sadapan itu berjumlah enam buah dan tiga di antaranya memang menempel di sekitar dekat puting pasien.

Mantan Perawat National Hospital Diduga Tidak Lakukan Pelecehan Seksual pada Pasien, Ini Alasannya
Tribunjatim.com/Nur Ika Anisa
JN, tersangka pencabulan pasien cantik National Hospital Surabaya digiring ke Command Center Polrestabes Surabaya, Sabtu (27/1/2018). TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI BESERTA Forum Stovia JogLoSemar menilai perawat Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, yang berinisial ZA usia 30 tahun, tak melakukan pelecehan seperti yang dituduhkan pasien sekaligus korban berinisial W.

Dilansir dari Tempo, yang dilakukan Zunaidi kepada W dinilai hanya bagian dari tugas.

Yakni melepas sadapan disposable Electrocardiograph (ECG) Electrode, yang menempel di sekitar dada pasien.

Sadapan itu berjumlah enam buah dan tiga di antaranya memang menempel di sekitar dekat puting pasien.

"Pasien yang dalam keadaan recovery operasi, kesadaran dari pasien belum bisa sadar sepenuhnya.”

“Jadi ektrokardiogram atau EKG yang dilepas di daerah payudara bisa menyentuh areola mamae," kata konsultan hukum Forum Stovia JogLoSemar, Budiman, saat dihubungi Tempo pada Ahad, 28 Januari 2018.

===

Budiman justru mempertanyakan tentang kebenaran video pelecehan yang viral tersebut.

Menurut dia, hampir tidak mungkin pasien di bawah pengaruh obat bius sadar merasakan pelepasan sadapan itu.

"Jadi, kalau seseorang sehabis dioperasi, pengaruh anestesi dan alat-alat yang ada di daerah dada di lepas jelas tidak terasa karena masih pengaruh anestesi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help