Heboh Digaet Pelakor di Bandung, Atlet Angkat Besi Nasional Ini Bakal Dapat Sanksi Ini
Apalagi menyangkut nama baiknya sebagai seorang publik figur atlet internasional yang seharusnya memberikan karakter
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sriwijaya Post, RM Resha AU
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Viralnya seorang atlet angkat besi berinisial D yang digaet oleh pelakor (Perebut Laki Orang) cukup memprihatinkan beberapa pihak.
Apalagi, D merupakan lifter yang menyumbang medali emas dalam ajang SEA Games 2017 lalu.
Cerita tersebut merebak di jagat maya, setelah istrinya WS membuat curhatan di akun facebooknya.
Ia membagikan cerita tentang suaminya yang direbut oleh siswi SMK di daerah Bandung.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Sumsel Toni Pusriadi mengatakan ia bisa saja dikenakan sanksi.
Sebab meski dilakukan atas dasar suka sama suka, hal tersebut melanggar statuta etik organisasi.
"Miris memang, setelah ramai pemberitaan tentang dia. Tapi harus diberi tindakan tegas," ujarnya kepada Sripoku.com, Senin (29/1/2018).
Kendati cukup berprestasi, ia tak luput dari sanksi atas kasusnya tersebut.
Apalagi menyangkut nama baiknya sebagai seorang publik figur atlet internasional yang seharusnya memberikan karakter yang positif.
"Untuk di PABSI sendiri, hukuman paling ringan adalah diberi skorsing 6 bulan tidak boleh ikut kejuaraan. Maksimal ya dilepas status anggotanya," tegasnya.
Disamping itu, menurut Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Samsu Ramel, pelanggaran etika oleh seorang atlet akan mencoreng nama dari daerahnya sendiri.
Sebab, jika seorang atlet telah memiliki prestasi maka dirinya telah membawa daerah yang dibelanya.
"Apalagi ia berprestasi di tingkat internasional, berarti dia bawa nama Indonesia. Kami prihatin, sebab nama daerah juga ikut tercoreng walaupun itu masalab pribadi," terangnya di waktu yang sama.
Menurutnya, seorang atlet yang telah juara harus menunjukkan sikap sportif.