Kembali Ditemukan, Kuburan Massal Berisi Puluhan Jenazah di Irak

Sebuah kuburan massal kembali ditemukan di wilayah Irak. Dalam satu liang yang ditemukan di wilayah provinsi Kirkuk, di utara Irak

Kembali Ditemukan, Kuburan Massal Berisi Puluhan Jenazah di Irak
http://internasional.kompas.com/
Warga dan militer Irak meninjau lokasi yang menjadi kuburan massal tempat 400 korban ISIS di Hawija, Irak. (12/12/2017)(Marwan Ibrahim/AFP) 

SRIPOKU.COM, BAGHDAD - Sebuah kuburan massal kembali ditemukan di wilayah Irak. Dalam satu liang yang ditemukan di wilayah provinsi Kirkuk, di utara Irak tersebut berisi sisa-sisa puluhan jenazah yang diduga milik warga sipil dan petugas keamanan.

Berita Lainnya:  16 Kuburan Massal Korban Pembantaian ISIS Ditemukan di Irak

Disampaikan gubenur Kirkuk Rakan Said al-Juburi kepada AFP, Jumat (26/1/2018), penemuan kuburan massal yang diduga korban kelompok ekstremis itu menjadi temuan ke-14 di kawasan itu.

"Penduduk lokal dan penunjuk jalan memimpin pasukan keamanan ke lokasi kuburan massal yang diduga berisi sisa-sisa jenazah lebih dari 75 warga sipil dan petugas keamanan," kata al-Juburi.

Gubernur menambahkan, melihat jenazah para korban, diyakini mereka dieksekusi secara kejam oleh kelompok ekstremis yang menduduki wilayah Hawija.

Kota tersebut menjadi salah satu kota terakhir yang dikuasai kelompok ISIS sebelum direbut kembali oleh pasukan keamanan Irak pada tahun lalu.

Lokasi penemuan kuburan massal terletak di dekat desa Ryadh, sekitar 45 kilometer di barat kota Kirkuk. Mayoritas korban menunjukkan luka tembak di bagian kepala dan tangan terikat.

Warga yang salah satu anggota keluarga hilang khawatir salah satu jenazah tersebut adalah keluarga mereka.

Sejak diusirnya ISIS dari Irak, pasukan keamanan telah menemukan puluhan kuburan massal di berbagai wilayah Irak.

Penulis: Agni Vidya Perdana
Sumber: AFP

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs http://internasional.kompas.com/ dengan Judul:
Kuburan Massal Berisi Puluhan Jenazah Kembali Ditemukan di Irak

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help