Warga Keluhkan Rel KA Double Track Lebih Tinggi dari Badan Jalan

Menurut Kosim, keberadaan rel KA Double track sangat tinggi dari badan jalan sehingga membuat pengendara kesulitan untuk melintas.

Warga Keluhkan  Rel KA Double Track Lebih Tinggi  dari Badan Jalan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Pembangunan Double track dapat membahayakan pengendara karena kondisinya lebih tinggi dibandingkan dengan badan jalan sehingga menyulitkan pengendara. Apalagi tidak ada palang pintu dan petugas jaga. 

SRIPPOKU.COM, MARTAPURA - Pembangunan Double track oleh PT Kereta Api yang melintasi Kabupaten OKU Timur membuat warga khawatir akan menyebabkan peningkatan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kereta api.

Hal itu disebabkan karena selain perlintasan rel KA cukup tinggi dari badan jalan juga cukup banyak perlintasan yang rawan kecelakaan dibiarkan tidak memiliki palang pintu.

"Sejak dibangun Double track ini tidak ada penambahan palang pintu. Tentu saja hal itu sangat membahayakan. Karena setelah Double track ini selesai. Intensitas KAI akan semakin tinggi sementara tidak ada peringatan untuk warga yang akan melintas," ungkap Kosim (37) warga Sungaituha ketika dikonfirmasi Kamis (25/1).

Menurut Kosim, keberadaan rel KA setelah dibangun Double track sangat tinggi dari badan jalan sehingga membuat pengendara mengalami kesulitan untuk melintas.

Bahkan beberapa kasus kecelakaan KAI disebabkan oleh kendaraan yang macet karena tingginya rel KA dari badan jalan dan tidak memiliki palang pintu.

"Semestinya pihak KAI jangan egois dan mementingkan kereta saja. Intensitas warga melintas lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas kereta. Semestinya rel KA mengikuti ketinggian badan jalan bukan justru sebaliknya," katanya.

Semestinya kata Kosim, meskipun keberadaan rel KA lebih tinggi dari badan jalan, pihak KAI menyediakan petugas penjaga untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat tingginya rel KA dibandingkan dengan badan jalan.

Pembangunan Double track yang melintas Kabupaten OKU Timur yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan karena proses ganti rugi yang terlalu kecil saat ini mulai dilanjutkan kembali dan sudah melintasi stasiun KAI Martapura.

Menurut Camat Martapura H Faisal SKM saat ini pembangunan terus dilanjutkan meski sebelumnya sempat terhenti akibat pembebasan lahan.

Menurutnya, selama proses pembangunan, pihak KAI selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

"Seperti ketika ada pertemuan dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah PT KAI selalu berkoordinasi dengan pemerintah terutama perintah kecamatan. PT KAI selalu koordinasi dengan kita sehingga kita mengetahui perkembangan pembangunan double track,” jelasnya.

Menurut Faisal, selama pembangunan tidak merugikan, baik pemerintah maupun masyarakat pasti akan memberikan dukungan terlebih pembangunan Double track tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Sedangkan Humas PT KAI Sub Drive IV Tanjung Karang Pranoto mengatakan bahwa proses pembangunan Double track tersebut merupakan proyek pemerintah.

Sedangkan PT KAI hanya membantu.

“Sebelum dilakukan pengerjaan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan pembangunan ini,” terangnya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help