Home »

Video

News Video Sripo

Hanya 30 Menit Diperiksa KPK Ucok Sampaikan Yang Dilakukannya Saat Pilkada 2013

Pejabat yang diperiksa di antaranya mantan sekertaris daerah Kota Palembang yang kini menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah mantan pejabat Pemerintah Kota Palembang terkait kasus suap Pilkada 2013 di Markas Kepolisian Resor Kota Palembang, Rabu (24/1).

Pejabat yang diperiksa di antaranya mantan sekertaris daerah Kota Palembang yang kini menjabat Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel Ucok Hidayat.

Usai diperiksa, Ucok mengungkapkan pemeriksaan tersebut memang terkait kasus skandal suap Pilkada pada 2013 yang menjerat mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Ucok Hidayat menyatakan tidak sampai 30 menit dirinya diambil keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap Pilkada Kota Palembang 2013 di Polresta Palembang, Rabu (24/1).

"Dak sampe setengah jam tadi saya dimintai keteangan," ungkap Ucok yang kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel.

Ia dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap Pilkada Kota Palembang 2013 yang melibatkan Walikota saat itu almarhum H Romi Herton SH MHum dan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar.

"Masalah lama kasus sengketa Pilkada 2013. Tetapi sekarang yang menjadi TSKnya adalah Muchtar Effendi (orang yang disebut kepercayaan Akil Muchtar). Tentang gratifikasi dan TPPU. Mau cari hubungan antata aku dengan Muchtar Effendi. Saya bilang, saya nggak tahu dan nggak kenal. Di situ Muchtar Effendi kasusnya uang itu dari Romi. Muchtar Effendi ke Akil. Karena memang saya nggak kenal dan tidak pernah berhubungan, ya saya jawab tidak pernah. Dan tadi saya diambil sumpah," beber Ucok yang juga pernah menjabat Kadis Tata Kota.

Selain itu kaya Ucok, dirinya diajak ngobrol dan dan dipersilahkan kalau ada tambahan yang bisa dijelaskan.

"Saya waktu itu menjabat Sekda Kota Palembang diminta tolong ambilkan duit. Mau dibuang kemana duit itu, saya tidak tahu dan itu sudah semua saya sampaikan di pengadilan saat diminta menjadi saksi," kata Ucok.

Pemeriksaan justru lebih mendalami keterlibatan Muchtar Effendi, aktor pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi. "Terkait kasus suap Pilkada Kota Palembang tahun 2013. Tapi pemeriksaannya terkait keterlibatan Muchtar Effendi," kata Ucok.

Menurut Ucok, pemeriksaan dirinya oleh KPK hanya sebagai saksi. Sebab saat kasus suap itu terkuak, dirinya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Palembang.

"Kapasitas saya waktu itu sebagai Sekda Palembang, makanya saya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Panggilannya melalui surat satu minggu lalu," kata dia.

Selengkapnya Baca: Ucok Ditanya 5 Hal. Kemana Uangnya Saya tidak Tahu

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help