Ditemukan di Mess Puncak Bogor, Lia Dibawa Mucikari Arab

Kekhawatiran Hendriansyah, bapak dari Lia (17), gadis yang sebelumnya dikabarkan hilang selama lima hari akhirnya terobati.

Ditemukan di Mess Puncak Bogor, Lia Dibawa Mucikari Arab
SRIPOKU.COM/Ehdi Amin
Lia berkumpul kembali dengan orangtuanya setelah sempat menghilang selama lima hari. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Kekhawatiran Hendriansyah, bapak dari Lia (17), gadis yang sebelumnya dikabarkan hilang selama lima hari akhirnya terobati. Suasana haru, tampak menyelimuti saat ketiganya bertemu di Mapolres Lahat, Selasa (23/1).

Berita Lainnya:  Honorer di Palembang Ini Jadi Mucikari Tawarkan Anak Asuhnya Rp 1,5 juta Sekali Kencan

Lia, setelah sebelumnya menghilang, ditemukan di Puncak Bogor Jawa Barat. Lia yang tercatat sebagai siswi kelas XI SMAN Lahat sebelumnya dilaporkan dibawa orang tak dikenal. Namun, berkat kesiggapan anggota Mapolres Lahat melacak keberadaan Lia melalui GPS nomor handphonenya.

Dari situ, didapati gadis berkerudung warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan ini, ada di Provinsi Jawa Barat. Korban ternyata diajak seorang mucikari yang biasanya menawarkan gadis muda kepada turis dari Arab.

Kepada awak media, Lia menceritakan awal kepergianya tersebut. Kata dia, awalnya dirinya berkomunikasi melalui watshap dengan Zuzzie, yang masih sepupu meski dia sendiri belum kenal dengan Zuzzie. "Tahu dari Zuzzie bisa ke puncak Bogor kebetulan dia disana. Tujuanya jalan jalan,"terangnya.

Namun, ketika ditanya terkait kecurigaan Lia akan adanya niat jahat dari Zuzzie, Lia sama sekali tidak menaruh curiga. Lia juga menuturkan tidak dijanjikan apa apa selama berada di puncak meski Lia rela mengorbankan sekolahnya hanya untuk menemui Zuzzie. "Selama disitu akan berada dalam mess. Nah dak tau api gawe Zuzzie,"ujarnya.

Ditempat yang sama, orang tua Lia, Hendriansyah, menuturkan berdasarkan data yang tertera pada tiket bus Sinar Dempo yang Lia pesan, Lia meninggalkan Lahat pukul 14.00 WIB Minggu (14/1). Berangkat dari Lahat menuju Bekasi (Jawa Barat). Tiba di Bekasi, Hendriansyah menduga Lia dijemput Zuzzie. Bukti ini ketahui melalui siaran video yang diupload Lia kedalam facebooknya. Ada Zuzzie lagi tertidur di samping Lia.

Khawatir akan terjadi yang tidak beres terhadap anaknya, Hendriansyah membuat laporan ke Polres Lahat dugaan kehilangan anak. Keberadaan Lia dilacak melalui GPS, ternyata sudah berada di mess Puncak Bogor. Kemudian, keluarganya dari Lahat langsung menyusul ke Puncak Bogor. Di Bogor, meminta bantuan Polsek Cisarua Bogor untuk mencari keberadaan Lia. Polisi setempat bersedia mendampingi, dan diajak keliling mess mencari kebaradan Lia.

Saat diperlihatkan foto wanita bernama Zuzzie, beberapa anggota Polsek Cisarua mengenalinya. Zuzzie pernah terjaring razia. Wanita itu sering membawa gadis dari berbagai daerah, kemudian dibawa ke Puncak Bogor untuk melayani pria Arab di sana.

Keluarga Lia sempat dibuat bingung, karena hasil pelacakan melalui GPS, lokasi Lia sering berpindah pindah. Kadang di Puncak, Taman Sari, dan berbagai lokasi lainnya. "Kami bolak balik dari Puncak ke Taman Sari. Kami menduga handphone Lia yang aktif itu dibawa Zuzzie jalan jalan," ucapnya.

Akhirnya, keluarga Lia kembali lagi ke kawasan mess Puncak. Alhasil, Lia berhasil ditemukan di dalam mess yang di depannya terdapat spanduk Menerima Siswa Baru SD, SMP, dan SMA. "Kami tanya dengan Lia ternyata Lia tidak kemana mana. Selama lima hari itu, Lia tinggal di dalam mess tersebut," ucapnya.

Setelah ditemukan, Lia langsung dibawa pulang ke Lahat. Keluarganya belum dapat menggali informasi lebih dalam dari Lia karena masih syock. "Alhamdulillah anak kami kembali. Kami takut terjadi apa apa. Kami belum nanya lebih jelas, selama lima hari itu, kemana saja dia pergi," katanya.

Terpisah, Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi Sik melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar Ali Sikmana Sik menuturkan, secepatnya kasus ini akan diproses, untuk mengungkap siapa pihak yang mempengaruhi Lia sampai dibawa ke Puncak Bogor. "Kami tindak lanjuti laporan ini, dalam waktu dekat, langsung kami proses," tegas Ginanjar.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMAN 1 Lahat Bambang Hendrawan SPd, membenarkan Lia merupakan salah satu peserta didiknya. Duduk dibangku kelas XI IPS. Lia sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah, sehingga dikirim surat pemanggilan terhadap kedua orang tuanya. "Surat panggilan ini, rasanya yang terakhir untuk siswa yang bersangkutan," ucapnya.

Mengenai dugaan Lia menjadi korban perdagangan manusia, Bambang belum mendapatkan informasi itu, namun pihaknya akan menggali lebih dalam dari orang tua Lia kenapa Lia dalam waktu beberapa hari ini tidak masuk sekolah.(cr22)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved