Serahkan KIP di SMAN 1 Palembang Presiden Jokowi Tanya: Ikan Betok Itu Apa?

Presiden RI ketujuh tersebut menyapa audiens dengan sapaan "apo kabar dulur?". Serentak audiens menjawab "baik" lalu bertepuk tangan.

Serahkan KIP di SMAN 1 Palembang Presiden Jokowi Tanya: Ikan Betok Itu Apa?
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Presiden Jokowi datang dan menyapa warga Palembang yang sudah lama menunggu, Senin (22/1) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Suasana terasa akrab saat presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan sambutannya pada acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di SMAN 1 Palembang, Senin (22/01).

Presiden RI ketujuh tersebut menyapa audiens dengan sapaan "apo kabar dulur?". Serentak audiens menjawab "baik" lalu bertepuk tangan.

Jokowi pun sempat dibuat bingung saat salah satu penerima PKH menjawab nama-nama ikan dari pertanyaan yang ia berikan, "ikan betok? ikan betok itu apa?" katanya spontan dan disambut gelak tawa audiens.

Jokowi dalam kunjungan kerjanya kali ini menyerahkan 1700 KIP kepada siswa SD hingga SMA dan sistem paket di Kota Palembang.

Sistem pencairan KIP ini dapat melalui dua bank milik pemerintah, bank BNI dan BRI. Bank BRI untuk pencairan bagi siswa SD dan SMP dan pencairan bagi siswa SMA oleh bank BNI.

Penerima KIP tersebut terdiri dari 615 siswa SD, 402 siswa SMP, 286 siswa SMA dan 255 siswa SMK. Siswa program pendidikan kesetaraan pun mendapatkan bantuan. Untuk paket A sebanyak 134 siswa, paket B sebanyak 24 siswa serta 14 siswa dari paket C.

Setiap jenjang sekolah mendapat bantuan yang bereda. Siswa SD mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000,-, siswa SMP Rp750.000,- sedangkan siswa SMA sebesar Rp 1 juta rupiah.

"Uangnya dipakai untuk beli keperluan sekolah, ya. Jangan untuk beli pulsa," pesan Jokowi kepada para siswa penerima bantuan.

Sedangkan untuk penerima bantuan PKH sebanyak 1000 orang penerima yang tersebar di seluruh wilayah Kota Palembang. Pencairan Sendiri dilakukan memalui bank BRI.

Kepada para penerima dana PKH pun Jokowi juga berpesan agar menggunakan uang bantuan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan keluarga dan pendidikan anak.

"Ibu-ibu, kalo suami minta untuk beli rokok jangan dikasih. Misalnya minta 200 ribu untuk beli rokok jangan dikasih. Uangnya untuk gizi keluarga dan mencerdaskan anak," pesannya.

Pencairan dana PKH sendiri akan dilakukan pertama kali pada bulan Februari mendatang. Pencairan dana dilakukan empat kali.

Pencairan pertama hingga ketiga senilai masing-masing Rp500.000,- dan pencairan keempat senilai Rp.320.000,-. Pencairan dana PKH langsung melalui kartu ATM dan melalui buku tabungan bank BRI.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help