Pasangan Kakek Nenek Ini 8 Bulan Keliling Dunia Pakai Mobil

Traveling memang tak mengenal usia, itulah yang dibuktikan oleh pasangan Teddy Unggul Wicaksono (55) dan Yana Kusryanti (55).

Pasangan Kakek Nenek Ini 8 Bulan Keliling Dunia Pakai Mobil
http://travel.kompas.com/
Teddy Unggul Wicaksono (55) dan Yana Kusryanti (55) pasangan yang baru saja berkeliling Eropa dan Asia berdua, menggunakan mobilnya selama delapan bulan, hingga 5 Januari 2018. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Traveling memang tak mengenal usia, itulah yang dibuktikan oleh pasangan Teddy Unggul Wicaksono (55) dan Yana Kusryanti (55). Mereka keliling Eropa dan Asia berdua, menggunakan mobilnya selama delapan bulan.

Berita Lainnya:  Pasutri Ini Nekat Keliling Dunia Bersepeda Ini yang Akan Mereka Lakukan

Di masa tuanya mereka berkeinginan untuk melihat dunia secara lebih dekat. Alhasil mobil jadi tunggangannya menelusuri kota demi kota di berbagai negara di dunia.

"Ingin meihat dunia dengan cara yang berbeda, kalau pakai pesawat itu kita hanya datang ke kota-kota besarnya. Tapi dengan mobil itu kita mesti lewat perbatasannya, kota kecil, hutan segala macam, baru ke kota besarnya," ujar Teddy saat diwawancarai KompasTV, Minggu (21/1/2018).

Ia menambahkan, bahwa dari penelusuran kota demi kota tersebutlah banyak kesan menarik yang ia dapatkan. Selain itu perbedaan geografis alamnya juga akan sangat terasa.

Jadi proses perjalanannya lah yang menjadi tujuan, dan kenikmatan tersendiri untuk mereka. Ia pun mencontohkan saat melalui Siberia melewati Tundra, yang sebelumnya belum pernah diketahui sampai bisa ia sentuh langsung saat keluar dari mobil.

Pasangan yang tiba di Indonesia pada 5 Januari 2018, tersebut telah melalui 60.000 kilometer. Dengan rute Indonesia - Singapura - Malaysia - Kamboja - Laos - China - Rusia - Skandinavia - Norwegia - Swedia.

Hal yang Menarik
Hal yang menarik dari perjalanannya, menurut Yana Kusryanti, ialah mengunjungi setiap negara yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Hal tersebut merupakan merupakan keasyikan tersendiri di masa tua.

"Tiap negara memiliki keunikannya masing-masing, bisa merasakan kulinernya dari setiap negara, bangunan-bangunannya yang unik, juga manusianya," ungkap Yana saat diwawancara KompasTV, dalam kesempatan yang sama.

Sedangkan, salah satu yang menarik bagi Teddy ialah interaksi antar manusia dari setiap negara. Meski ia menjumpai kesulitan di beberapa negara yang tidak lazim menggunakan bahasa Inggris, tetapi ia cukup tertolong berkat teknologi penerjemahan dan guide setempat.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help