Kemenag Klarifikasi Abu Tour, Jadwal Ulang Berangkat 1.500 Jemaah Umrah

Isu beberapa bulan terakhir adanya penundaan jemaah umrah dari Palembang melalui travel Abu Tour, terbukti sudah. Setidaknya,

Kemenag Klarifikasi Abu Tour, Jadwal Ulang Berangkat 1.500 Jemaah Umrah
Tribunnews.com/Dewi Agustina
Ilustrasi - Jamaah umrah sedang melakukan tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Mekkah

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Isu beberapa bulan terakhir adanya penundaan jemaah umrah dari Palembang melalui travel Abu Tour, terbukti sudah. Setidaknya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel menemukan 51 calon jemaah hingga sekarang belum diberangkatkan sesuai dengan yang dijanjikan.

Berita Lainnya:  BREAKING NEWS : Kemenag Sumsel Temukan 51 Jemaah Umroh Abu Tour Gagal Berangkat

Pihak Kemenag Sumsel sendiri saat ini masih terus mendalami kasus ini dan berulang ulang memantau seberapa banyak lagi jemaah yang belum diberangkatkan. "Kita melihat adanya kejadian di Makasar banyak yang gagal berangkat. Kita inisiatif telepon Abu Tour di Palembang, dan ternyata benar di sini ada 51 jemaah yang ditunda keberangkatannya," kata Kabag Humas Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief, Minggu (21/1).

Sementara pihak Abu Tour mengakui pihaknya menjadwal ulang keberangkatan sebanyak 1.300 jemaah. Jumlah itu akan diberangkatkan semuanya pada Februari 2018.

Saefuddin mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan penyebab karena apa jemaah itu ditunda keberangkatannya. Hanya saja pihaknya menduga karena travel Abu Tour sering kali memberikan promo murah kepada calon jemaah umroh.

Padahal kata dia, pihaknya sudah membatasi minimal biaya umroh itu sebesar Rp 20 juta. Jika di bawah harga itu, patut dicurigai. Menurut dia, travel umroh Abu Tour sudah memiliki izin operasi dari Kemenag, tapi saat buka cabang di Palembang ada beberapa persyaratan yang belum dilengkapi, sehingga untuk izin cabang di Palembang tak memiliki izin.

Menurut dia, pihak Abu Tour sendiri sudah pernah mengajukan izin kepada kemenag. Tapi karena ada syarat yang kurang sehingga pihaknya menolak izin tersebut. "Untuk Abu Tour belum terdaftar di Sumsel," katanya.

Saat ini pihaknya terus memantau perkembangan seberapa banyak lagi jemaah yang ditunda keberangkatannya. Sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil travel yang bersangkutan untuk dimintai keterangan, sekaligus penyebab jemaah yang tak diberangkatkan Sementara itu, Kepala Cabang Abu Tour di Palembang, Ridwan membatah pihaknya menggagalkan jemaah umroh berangkat. Hanya saja, pihaknya menjadwal ulang jemaah yang belum berangkat pada Februari 2018 mendatang.

Menurut dia, jemaah yang akan dijadwalkan ulang sebanyak 1.300 jemaah, akan diberangkatkan semuanya pada Februari 2018. "Kita jadwal ulang karena adanya kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang berlakukan pajak lima persen," katanya.

Akibat kebijakan terbaru itu, Ridwan mengatakan pihaknya terpaksa menjadwalkan ulang jemaah untuk bisa berangkat pada bulan depan. Mengingat pada bulan Desember 2017 lalu, pihaknya sudah memberangkatkan 1.600 jemaah umroh.

Sehingga pihaknya meminta kepada semua pihak untuk bersabar, karena manajemen sudah berkomitmen seluruh jemaah akan diberangkatkan.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved