Diajak Perbaiki Jalan Rusak, Pengusaha Tambang dan Transportir Terkesan Menghindar

Salah satu penyebab kemacetan selain jalan rusak, adalah prilaku supir yang ugal-ugalan sehingga menyebabkan banyak kecelakaan.

Diajak Perbaiki Jalan Rusak, Pengusaha Tambang dan Transportir Terkesan Menghindar
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Asisten Pemerintahan HM Teguh Jaya pimpin rapat koordinasi angkutan batubara yang melintas di Kabupaten Muaraenim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Pemkab Muaraenim meminta para transportir angkutan batubara dan perusahaan tambang batubara yang berusaha dan melintasi Kabupaten Muaraenim untuk menertibkan supir yang ugal-ugalan dan mematuhi peraturan. Selain itu, memperbaiki Jalinsum yang rusak akibat angkutan batubara.

"Kami minta ini dipatuhi, karena dari analisa di lapangan, penyebab macet dan kecelakaan adalah sopir yang ugal-ugalan dan jalan yang banyak rusak," kata Asisten Pemerintahan Pemkab Muaraenim Drs HM Teguh Jaya MM, pada rapat koordinasi dengan Transportir Angkutan Batubara dan Perusahaan Batubara di ruang rapat Serasan Muaraenim, Senin (22/1/2018).

Dalam rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Teguh Jaya dan Kadishub Muaraenim Riswandar.

Untuk peserta dari perwakilan perusahaan tambang yakni PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS) dan PT Pasipic Global Utama (PGU), sedangkan perusahaan transportir batubara dihadiri perwakilan PT Terra Resources, PT Asosiasi Batubara Epi (ABE), PT Bukit Siguntang Lestrasi (BSL), PT Siliwangi Utama Makmur (SUM), PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS) dan PT Djan Resources (DR).

"Tadi kita undang 11 perusahaan, namun empat perusahaan tidak datang," ujar Teguh.

Menurut Teguh, dari kesimpulan rapat tadi, pihaknya meminta kepada para transportir dan perusahaan tambang untuk selektif dalam mempekerjakan sopir batubara sehingga tidak ugal-ugalan serta tidak mengkonsumsi narkoba.

Selain itu, dalam berlalulintas harus melengkapi surat menyurat mulai dari STNK, SIM, KIR dan sebagainya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki dan menambal Jalinsum di sepanjang wilayah Kabupaten Muaraenim, karena dari pendataan yang telah dilakukan Dishub Muaraenim ada sekitar 89 titik jalan yang rusak parah dan harus segera diperbaiki secara gotong royong.

"Kami tidak tahu bagaimana tehnisnya, yang penting mereka gotong royong memperbaikinya sesama perusahaan dan transportir angkutan batubara," tukas Teguh.

Ditambahkan Riswandar, mereka perusahaan tambang dan transportir, selain melakukan penertiban sopir, juga melakukan pembinaan.

Jika masih membandel melakukan pelanggaran terpaksa mobilnya akan dikandangkan. Karena salah satu penyebab kemacetan selain jalan rusak, adalah prilaku supir yang ugal-ugalan sehingga menyebabkan banyak kecelakaan.

Sebab dalam sehari hampir 1500 truk angkutan batubara yang melintas di wilayah Kabupaten Muaraenim.

"Kita bantu pengamanan, kalau untuk perbaikan jalan. Dan kita sudah koordinasi dengan Balai Besar Jalan untuk perbaikan tersebut," tegas Riswandar.

Sementara itu ketika akan dikonfirmasi kepada perwakilan perusahaan tambang dan perwakilan transportir angkutan batubara tentang komitmen dan kesanggupan untuk melaksanakan permintaan Pemkab Muaraenim, ternyata memilih tutup mulut dan terkesan menghindar.

"Nanti saja Pak," kata salah seorang perwakilan perusahaan transportir sambil terburu-buru keluar ruang rapat.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help