SriwijayaPost/

Update SFC

Derby Bertajuk Reuni Pasca 6 Tahun Terpisah dan Persaingan Beto versus Dzhalilov

Jika menyebut PSMS Medan, maka fans Sriwijaya FC akan mengingat duel penuh emosi di partai puncak Liga Djarum (sekarang Liga I)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Jika menyebut PSMS Medan, maka fans Sriwijaya FC akan mengingat duel penuh emosi di partai puncak Liga Djarum (sekarang Liga I) Indonesia 2008 silam.

Laga di mana SFC menghadapi PSMS Medan dalam duel memperebutkan gelar tertinggi di Liga Indonesia itu, pada musim 2007/2008, atau tepatnya Februari 2008 silam.

Kala itu, Markus Harison sekarang bernama Markus Haris Maulana kebobolan tiga gol. Gol yang paling diingat adalah gol tembakan jarak jauh playmaker mungil SFC, Zah Rahan yang memanfaatkan kelengahan Markus, kiper PSMS Medan itu, sudah terlanjur maju ke depan tetapi terlambat kembali ke gawangnya.

Final luar biasa itu, sudah lama berlalu, bahkan hampir 1 dekade, namun derby Sumatera masih kerap terjadi setelah 4 tahun berselang. Pasca duel sarat emosi itu, SFC kembali juara ISL dalam sistem kompetisi penuh, sementara PSMS Medan justru terdegradasi bersama PSAP Sigli dan Deltras Sidoarjo. Sejak itu derby Sumatara nyaris tak terdengar kecuali Derby Andalas di mana SFC versus Semen Padang.

Publik memang kangen dengan Derby Sumatera ini, sebutan khusus jika SFC bertemu PSMS Medan. Sementara, jika bertemu Semen Padang lebih familier dengan sebutan Derby Andalas. Padahal, Andalas sebutan lain dari pulau Sumatera tetapi jika di luar Sumatara, maka para perantau dari Sumatera Utama atau Medan, lebih senang
menyebut Sumatera dari pada Andalas. Sebab, sebutan untuk Andalas lebih beken di kawasan Sumbagsel dan Sumatara Barat (Padang).

Beto vs Manu
Beto vs Manu (SRIPOKU.COM/HENDRA KUSUMA)

Nah, kembali ke bahasan Derby Sumatara, uniknya, tahun ini Semen Padang terdegradasi dan PSMS Medan justru promosi, dan cerita derby Sumatera tetap ada.

Singkat cerita, pertandingan Grup A antara Sriwijaya FC versus PSMS Medan 26 Januari nanti menjadi derby reuni penuh emosional psaca 6 tahun lamanya (2012-2018), mereka tak bersua dalam suatu pertandingan. Tidak hanya kedua tim ini yang akan melepas kangen di lapangan, para fans, suporter juga sudah kangen dengan pertemuan ini, di mana kedua tim sama-sama mendatangkan Pelatih lokal kawakan.

Perlu diingat pula, baik Rahmad Darmawan Pelatih Sriwijaya FC dan Djajang Nurdjaman pelatih PSMS Medan merupakan mantan mentor. Maklum, Djajang pernah menjadi asisten Pelatih RD saat melatih Pelita Jaya 2012 silam.

Maka itu, duel ini akan sangat menarik disimak. Sriwijaya FC tentunya menjalani laga hidup mati, karena kemenanganlah yang akan membuat anak asuh Rahmad Darmawan lolos ke babak delapan besar.

Sementara itu, PSMS Medan cukup bermain imbang saja, sudah melenggang ke babak final. Satu lagi, adu taktik dua mantan mentor ini (RD vs Djanur) juga sangat menarik disimak, siapakah yang akan keluar sebagai pemenang. Disamping itu, ada reuni pemain di mana Beto atau Dzhalilov akan berduel satu lawan satu dengan M Roby, mantan pemain Sriwijaya FC yang kini berseragam PSMS Medan. Siapakah pemenangnya?

Halaman
123
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help