Suamiku Merantau 3 Tahun tak Pernah Pulang, Seketika Hancur Saat Kutemui Isi Kamarnya Ternyata

Kisah haru pun dialami oleh pasutri yang telah dikaruniai tiga orang buah hati mungil, karena desakan ekonomi sang suami pergi mencari

Suamiku Merantau 3 Tahun tak Pernah Pulang, Seketika Hancur Saat Kutemui Isi Kamarnya Ternyata
Istimewa

Waktu terus berlalu, anak-anakku sekarang sudah masuk taman kanak-kanak, biaya juga semakin meningkat. Ditambah lagi penyakit ibu mertua yang jadi sering kambuh setiap hari.

Ibu mertua harus sering minum obat, uang yang dikirim tidak cukup untuk membiayai semuanya.

Jadi, aku pun bekerja di tempat penitipan anak sebagai penghasilan tambahan.

Anak-anakku sering bertanya "ma, mama kemana? Kenapa mama dan papa jarang di rumah?"

Baca:

Misteri Gugatan Cerai Ahok, Deddy Corbuzier Ungkap 6 Hal Ini Kemungkinan Penyebabnya

Pulang Yasinan Rumah Mati Lampu, Saat Intip Kamar Kaget Lihat Istri Lagi Begituan, Lalu . . .

Mendengar pertanyaan anakku yang polos membuatku sedih tapi juga tidak tahu bagaimana cara menjawabnya. Aku tidak tega memberitahu mereka bahwa ayah mereka sudah pergi lama.

Dia telah pergi selama beberapa tahun dan belum pernah kembali lagi. Anak-anak pun bahkan sudah sampai lupa sama wajah ayahnya sendiri.

Hal yang paling aku khawatirkan adalah, aku tidak ingin anakku sedih, aku harus tegar.

Suatu hari, ibu mertuaku sedang terlihat sehat dan anak-anak juga sedang libur sekolah.

Jadi, ibu mertuaku diam-diam memberi kami kejutan, yaitu mencari suamiku…

Kami naik kereta api dan memakan waktu dua hari.

Sesampainya disana, aku meneleponnya dan ia terdengar kaget seperti tak percaya bahwa aku, ibu dan anak-anak datang menemuinya.

Baru setelah mendengar suara ibu dan anak-anak, ia baru percaya. Dia pun memesankan kami mobil untuk menjemput kami..

Setelah beberapa lama nunggu, taksi itu datang dan membawa kami ke tempat yang lumayan jauh, seperti di pinggir kota.

Ketika sudah sampai, aku melihat suamiku berdiri disana, matanya memerah, bibirnya setengah terbuka seolah hendak mengatakan sesuatu tanpa berkata apa-apa.

Sebelum pergi menemuinya, aku pikir aku akan mengatakan banyak hal, banyak bertanya padanya,

tapi sekarang, setelah melihat suami tercintaku yang selama bertahun-tahun tidak bertemu, aku tersedak dan tidak mampu mengatakan apa-apa selain diam sambil menatapnya.

Air mata mengalir di pipiku, samar-samar aku sadar, dia sangat kurus, wajahnya terlihat sangat lelah.

Aku mulai mengingat anak laki-laki kecilku, dengan tergesa-gesa mengatakan kepada anak laki-lakiku : "Panggil dia sayang, dia ayahmu." …

Suamiku melihatnya dan memeluk anaknya, ada sangat banyak tekanan dan kerinduan untuk dilepaskan.

Setelah itu dia membawa kami ke suatu ruangan.

Tanpa diduga, baru saja memasuki pintunya, saya sudah takut dan sedih. Ruangan itu luasnya tidak lebih dari sepuluh meter persegi, nampaknya sudah dibangun sejak lama, dindingnya telah rusak dan retak.

Perabotan di ruangan itu tidak lebih dari sebuah tempat tidur dengan selimut katun tua, kompor listrik dan sebuah kursi. Bajunya masih di pojok, bahkan toilet pun sudah tidak ada lagi.

Dia tidak sendiri, mungkin karena penghematan biaya, dia berbagi tempat tinggal itu bersama seorang rekan kerja.

Baik ibunya dan aku, sangat terkejut oleh pemandangan di depan kami, sungguh tak dapat dipercaya bahwa selama bertahun-tahun, hidupnya sangat menyedihkan.

Kami tinggal bersamanya selama sekitar satu minggu dan kemudian, sebelum pergi, dia berjanji pada anaknya: "Tahun ini, ayah pasti akan pulang, ayah akan membawa mainan untuk kalian."

Wah, perjuangan seorang suami demi menafkahi istri dan ketiga buah hatinya sungguh luar biasa,

bagaimana menurut Kalian? (sripoku.com/pairat)

Penulis: pairat
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help