Pemilihan Gubernur Sumsel

Ketua KPU OKU Timur: Jangan Sampai Penyelenggara Diburu Kandidat

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama dan setelah pelaksanaan pesta demokrasi, seluruh petugas harus

Ketua KPU OKU Timur: Jangan Sampai Penyelenggara Diburu Kandidat
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ketua KPU OKU Timur H Leo Budi Rachmadi (baju batik) berfoto bersama dengan petugas PPK dan PPDP dan PPS, Sabtu (13/1/2018) di aula kantor Kelurahan Paku Sengkuyit Kecamatan Martapura. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Dalam pelaksanaan pesta demokrasi penyelenggara pemilu biasanya akan menjadi salah satu panitia yang akan diburu oleh sejumlah kandidat terutama yang mengalami kekalahan dalam pesta demokrasi baik tingkat desa maupun tingkat gubernur maupun presiden.

Demikian diungkapkan Ketua KPU OKU Timur H Leo Budi Rachmadi SE saat membuka Bimtek PPDP dan PPS dalam rangka pelaksanaan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel 2018 yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang yang digelar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Martapura, Sabtu (13/1/2018), di Aula Kantor Kelurahan Paku Sengkuyit Kecamatan Martapura.

Menurut Leo, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama dan setelah pelaksanaan pesta demokrasi, seluruh petugas harus benar-benar bekerja dengan maksimal dan sesuai dengan prosedur yang ada.

Petugas PPDP dan PPS, kata dia, agar benar-benar memperhatikan pendataan masyarakat yang berhak untuk memilih seperti berusia 17 tahun atau sudah menikah agar tidak terlewatkan dalam pendataan data pemilih.

"Yang berhak mendapatkan hak pilih jangan sampai terlewatkan demikian juga sebaliknya yang tidak berhak jangan sampai masuk dalam data pemilih," katanya.

Leo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang telah berpartisipasi dan bersedia ikut serta dalam penyelenggaraan pemilu.

Meskipun petugas yang ada belum pernah terlibat, namun hal itu bukanlah hal yang sulit selagi petugas yang ada bersedia untuk belajar.

"Kepada para petugas juga tidak ditentukan atau dipaksakan waktu untuk bekerja apakah pagi atau siang hari.

Petugas masing-masing wilayah memahami budaya dan karakter masyarakat.

Jadi kami serahkan kepada masyarakat mengenai waktu pendataan apakah siang, pagi atau menjelang magrib.

Karena petugas yang mengetahui kapan masyarakatnya ada di rumah atau tidak," katanya.

Sementara ketua PPK Martapura OKI Endrata Wijaya dalam sambutannya, berharap seluruh petugas PPDP dapat mengikuti Bimtek tersebut dengan seksama sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab PPDP dan PPS dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur mendatang.

"Harapan kita agar seluruh petugas yang ada dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal sehingga tidak ada masyarakat yang tidak terdata padahal seharusnya yang bersangkutan memiliki hak suara," katanya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help