Tahun Politik Kali Ini, Tahun Suram bagi Usaha Percetakan di Palembang. Sepi Order tak Bayar Pula

Biasanya tiga bulan sebelum masuk tahun politik kita sudah terima order, baik itu untuk brosur atau kalender.

Tahun Politik Kali Ini, Tahun Suram bagi Usaha Percetakan di Palembang. Sepi Order tak Bayar Pula
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Salah seorang karyawan Maxprint saat tengh melakukan proses cetak Kalender 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masuknya tahun politik kali ini nyatanya tak begitu memberikan angin segar bagi pelaku usaha percetakan di Kota Palembang.

Maxprints misalnya, percetakan milik Heroelinka ini mengalami penurunan order yang cukup signifikan jika harus dibandingkan dengan tahun politik sebelumnya.

"Biasanya tiga bulan sebelum masuk tahun politik kita sudah terima order, baik itu untuk brosur atau kalender. Nah, ini baru masuk di pertengahan hingga akhir Desember 2017 kemarin," ujarnya, Kamis (11/1/2018).

Menurut Heroe, hampir semua rekan percetakan lainnya juga alami hal serupa.

Untuk itulah, dia menerapkan strategi tak lagi mencari profit/margin 10-20%, hanya pasang tarif untuk jasa cetak saja.

"Syukurnya di sini kita punya mesin cetak sendiri jadi bukan broker atau pihak ketiga, bisa dapat tarif jasa cetak saja sudah alhamdulillah.

Entahlah, tahun ini cukup berat saya nilai. Apalagi sejak 2015 kan perekonomian cenderung lesu," jelasnya.

Hadirnya momentum pilkada, kata Heroe tidak begitu menolong seperti yang diharapkan pelaku percetakan.

Ini karena order cetak yang sangat sedikit, kemudian banyak yang tidak bayar.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help