Pemohon Paspor di Muaraenim Didominasi Jemaah Umroh

Pemohon paspor di Kantor Imigrasi kelas II A Muaraenim, masih tetap di dominasi oleh jemaah umroh yakni sekitar 70 persen d

Pemohon Paspor di Muaraenim Didominasi Jemaah Umroh
SRIPO/ARDANI
Tampak pemohon paspor jemaah Umroh dan Haji mendominasi pembauatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Muaraenim, Jumat (12/1/2018).

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Pemohon paspor di Kantor Imigrasi kelas II A Muaraenim, masih tetap di dominasi oleh jemaah umroh yakni sekitar 70 persen dari jumlah seluruh pemohon paspor, Jumat (12/1/2018).

Menurut Kepala Imigrasi Kelas II Muaraenim, Telmaizul melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Washington Napitupulu mengatakan, bahwa setiap tahun jumlah pembuatan paspor terus mengalami peningkatan.

Namun peningkatan tersebut, masih tetap didominasi oleh pemohon paspor umroh sebesar 70 persen, haji 20 persen dan Umum sebesar 10 persen.

Dikatakan Washington, pada tahun 2016, jumlah pengajuan pembuatan paspor 48 halaman sebanyak 8.945 orang. Sedangkan pada tahun 2017, hingga akhir November sudah 10.684 yang sudah diterbitkan untuk yang 48 halaman.

Dan itu mengalami kenaikan sebanyak 25 persen.

Untuk paspor haji, juga mengalami peningkatan terutama pada akhir tahun, karena berdasarkan peraturan, calon bakal calon jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji 2018, harus sudah menyerahkan paspor pada awal tahun.

Selain itu, kata Washington, pada tahun 2017 ini, pengajuan Kartu izin Tinggal Terbatas (KITAS) masih tetap didominasi oleh Warga Negara (WN) China yakni 60 persen, Jepang 20 persen dan sisanya beberapa negara lainnya.

Dan sebagian Kitas tersebut hampir semuanya untuk kerja di wilayah Muaraenim dan sekitarnya. Permohonan KITAS dinilai masih kurang,

faktornya disebabkan oleh beberapa pengurus dari perusahaan yang ditugaskan mengatakan bahwa mengurus Izin Memperkejakan Tenaga Asing (IMTA) sangat memakan waktu lama, dan meminta untuk dipangkas birokrasinya, sehingga semakin banyak pekerja asing yang berinvestasi di wilayah Muaraenim dan sekitarnya.

"Kita berharap, KITAS dapat diproses sebelum IMTA di seluruh Imigrasi," ujar Washington.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved