KAPPIN : Pemimpin Harus Mampu Wujudkan Kedaulatan Pangan

Para pemimpin Pemerintah Daerah tingkat I dan II memiliki posisi strategis dalam membangun dan menciptakan ledaulatan pangan yang ada di Indonesia.

KAPPIN : Pemimpin Harus Mampu Wujudkan Kedaulatan Pangan
IST

JAKARTA -- Ketua Kamar Pertanian Peternakan Indonesia (KAPPIN), Cahyo Nugroho, menilai Pemilukada yang akan digelar secara serentak diseluruh Kota, Provinsi dan Kabupaten di Indonesia merupakan pijakan dasar dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang ada di Indonesia.

"Hal ini sangat penting kita ingatkan kepada para calon Gunernur dan Bupati yang maju dalam Pemilukada secara serempak diseluruh Indonesia, bahwa Kedaulatan Pangan akan terwujud jika para Gubernur dan Bupati terpilih memiliki Komitmen yang tinggi serta konsisten dalam membangun sektor pertanian secara sungguh sungguh", ungkap Cahyo, usai konsolidasi internal dengan para pengurus KAPPIN, Rabu 11 Januari 2018, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

===

Para pemimpin Pemerintah Daerah tingkat I dan II memiliki posisi strategis dalam membangun dan menciptakan ledaulatan pangan yang ada di Indonesia.

Dengan terwujudnya kedaulatan pangan maka tingkat ketergantungan Import akan berkurang dan pada akhirnya Bangsa Indonesia tidak akan ketergantungan kepada Import.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Data Impor Kementerian Pertanian 2017, pemerintah sudah melakukan impor pangan, diantaranya komoditas beras sebanyak 198.000 ton dengan nilai 94,9 juta dollar AS, impor kedelai 5,417 juta ton dengan nilai 2,211 miliar dollar AS, serta impor gandum sebesar 8.448.267 ton dengan nilai 2,008 miliar dollar AS.

Kappin 2
(IST)

===

Cahyo Nugroho menyebutkan bahwa bukan hanya karena tidak meningkatnya produksi pertanian lokal, tapi juga ini merupakan dampak dari dimenangkannya gugatan Amerika Serikat dan Selandia Baru oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait kebijakan perlindungan proteksi Indonesia atas produk hortikultura, hewan, dan produk-produknya pada 22 Desember 2016 lalu.

“Dimenangkannya gugatan tersebut oleh WTO justru semakin membuat impor semakin banyak masuk.”

”Akibatnya merusak harga pasar dan income ke petani sedikit,” papar Cahyo

Halaman
123
Editor: Ahmad Sadam Husen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help