Bos Yakuza Ditangkap Karena Pembunuhan yang Belum Terpecahkan Setelah Tato Menjadi Viral

Shigeharu Shirai ditangkap di utara Bangkok tempat dia bersembunyi untuk menghindari tuduhan pembunuhan di Jepang

Bos Yakuza Ditangkap Karena  Pembunuhan yang Belum Terpecahkan Setelah Tato Menjadi Viral
reuters
Shigeharu Shirai (72) 

SRIPOKU.COM - Setelah Buron hampir 14 tahun seorang kakek berkewarganegaraan Jepang ini tertangkap tangan di Thailand.

Shigeharu Shirai ditangkap di utara Bangkok tempat dia bersembunyi untuk menghindari tuduhan pembunuhan di Jepang sehubungan dengan kematian anggota geng saingannya.

dilansir dari The independent (11/01/2018) Pria berusia 74 tahun itu ditangkap setelah foto dia bermain dam di sebuah meja di luar ruangan yang diposkan ke Facebook tahun lalu oleh seorang pria Thailand yang terkesan dengan tatonya.

Shirai akan menghadapi biaya masuk ilegal sebelum diserahkan ke pihak berwenang Jepang, kata pernyataan polisi tersebut.

Polisi mengatakan Shirai terlibat, bersamaan dengan tujuh orang lainnya, dalam pembunuhan Kazuhiko Otobe. Layanan Kyodo News Jepang mengatakan bahwa polisi di prefektur Mie telah mendapatkan surat perintah penangkapan dalam kasus 15 tahun tersebut.

Shirai dituduh sebagai salah satu dari delapan gangster yang terlibat dalam pembunuhan pemimpin geng lainnya pada tahun 2003 (AP)

Shirai dituduh sebagai salah satu dari delapan gangster yang terlibat dalam

pembunuhan pemimpin geng lainnya pada tahun 2003 (AP) ()

Menurut Badan Kepolisian Nasional, 22 organisasi ditunjuk sebagai kelompok kejahatan terorganisir pada tahun 2017, dengan keanggotaan lebih dari 20.000 orang.

Hampir tiga perempat gangster termasuk dalam kelompok Yamaguchi-gumi dan dua kelompok lainnya, Sumiyoshi-kai dan Inagawa-kai, yang bersama-sama mendominasi dunia bawah Jepang.

Selain penjualan obat terlarang dan perjudian, yang merupakan cara tradisional mereka untuk menghasilkan uang, para gangster juga telah memasuki bisnis konstruksi, keuangan dan keamanan.

.
. ()
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help