SriwijayaPost/

Rusdianto Tebas Parang ke Korban tidak Mempan, Tapi Tewas setelah Ditikam Pisaunya Sendiri

Sebanyak dua kali tikaman, ternyata korban tewas di tempat. Mengetahui korban tewas, Rusdianto pun langsung kabur

Rusdianto Tebas Parang ke Korban tidak Mempan, Tapi Tewas setelah Ditikam Pisaunya Sendiri
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Rusdianto, tersangka kasus pembunuhan saat memperagakan adegan merebut sajam pisau milik korban ketika rekontruksi di Mapolsek Sukarami Palembang, Kamis (11/1). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penyebab tewasnya korban Septa Andri, akibat ditikam sebanyak dua kali oleh Rusdianto dengan menggunakan senjata tajam (sajam) pisau milik korban. 

Terungkapnya kronologis penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia, berdasarkan rekonstruksi yang digelar petugas reskrim di Mapolsek Sukarami Palembang, Kamis (11/1).

Kasus yang menyebabkan korban Septa Andri tewas tersebut terjadi di kawasan Sukawinatan Kecamatan Sukarami Palembang, pada 9 Febuari 2017.

Rekonstruksi sebanyak 13 adegan tersebut diperankan tersangka Rusdianto sesuai pengakuannya kepada petugas.

Sepanjang menjalani tiap adegan rekonstruksi, dijalani Rusdianto dengan ekspresi tenang dan mengaku menyesal atas perbuatannya.

Pada adegan pertama, korban dalam keadaan mabuk datang ke pos Komplek Griya Sejahtera Sukawinatan.

Korban membuat kegaduhan di pos penjagaan komplek yang membuat penjaga pos ketakutan dan ada saksi yang mengadukannya ke Rusdianto.

Pada adegan selanjutnya tersangka pun pergi dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis parang yang disangkutkan di sepeda motor bagian depan.

Lalu pada adegan ke lima saat bertemu korban, tersangka Rusdianto sempat mengusir korban namun korban tetap marah.

Kemudian adegan ke tujuh, antara tersangka dan korban terlibat cekcok. Bahkan korban sempat mau menikam tersangka Rusdianto namun mengelak.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help