Inspirasi

Cerita Wiwik Diamputasi tak Punya Kaki Selama Puluhan Tahun, Akhirnya Bisa Jalan Kembali

Wiwik Asvaroya (30), warga Sako Palembang ini sudah puluhan tahun tak memiliki kaki, karena diamputasi menderita kanker kaki.

Cerita Wiwik Diamputasi tak Punya Kaki Selama Puluhan Tahun, Akhirnya Bisa Jalan Kembali
sripoku.com/Yandi Triansyah
Wiwik penderita disabilitas mendapatkan bantuan kaki palsu yang diserahkan oleh Angkasa Pura II Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Kamis (11/1/2018) di PGOT Kenten Palembang. 

SRIPOKU.COM PALEMBANG -- Wiwik Asvaroya (30), warga Sako Palembang ini sudah puluhan tahun tak memiliki kaki, karena diamputasi menderita kanker kaki.

Sejak pagi, ia tiba ke PGOT milik Dinsos Sumsel itu dengan berboncengan sepeda motor dengan suaminya Nasrudin yang juga mengalami tuna daksa (kaki).

Motor bebek yang dikendari disertai kedua anaknya yang turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.

Namun seolah tak kesusahan bagi keduanya, meski dalam keadaan tak memiliki kaki, tapi tetap semangat menjalani hidup.

Sehingga ia harus berjalan menggunakan tongkat, untuk menunjang aktivitas dan mengurus keluarganya di rumah.

Meski dalam kondisi tuna daksa namun Wiwik bisa menikah sesama tuna daksa. Dan dikaruniai dua orang putra yang masih kecil kecil.

Wiwik bersama suami dan kedua anaknya saat menerima bantuan kaki palsu dari PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Kamis (11/1/2018) di PGOT Kenten Palembang
Wiwik bersama suami dan kedua anaknya saat menerima bantuan kaki palsu dari PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Kamis (11/1/2018) di PGOT Kenten Palembang (SRIPOKU.COM/Yandi Triansyah)

"Sejak tahun 2000 an kaki saya diamputasi dan tak memiliki kaki, alhamdulillah sekarang saya bisa berjalan seperti semula, berkat bantuan Angkasa Pura Bandara SMB II Palembang " katanya usai menerima bantuan sarana kesehatan penyandang disabilitas ke Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Kamis (11/1/2018) di Panti Rehabilitasi Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PR PGOT) Jalan RA Awaludin Kenten Palembang.

Ia mengaku kesulitan hanya memiliki satu kaki, apalagi saat ini ia sedang mengasuh anaknya yang masih balita, dengan satu kaki.

" Puji syukur saya tak susah lagi urus suami dan anak anak. Karena saya sudah bisa berjalan normal kembali, "katanya.

Ia pun sempat menceritakan perjalanan keduanya bagaimana bisa berjodoh sesama penderita tuna daksa.

Halaman
12
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved