News Video Sripo

Petugas PDAM Unit SU I Melakukan Penertiban Terhadap Pelanggan Nakal

SRIPOKU.COM PALEMBANG- PDAM Tirta Musi Palembang tidak memberikan ampun bagi pelanggan nakal.

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Siti Olisa

SRIPOKU.COM PALEMBANG- PDAM Tirta Musi Palembang tidak memberikan ampun bagi pelanggan nakal.

Seperti yang dilakukan oleh PDAM Unit SU I yang membongkar langsung meteran air milik pelanggannya atas nama Darman di Lorong Danau Jl Rasid Siddiq.

Manager Unit Pelayanan SU I, Nuzul Fitrie, didampingi Asisten Manajer PKA Bagian Pemutusan PDAM Tirta Musi, Irwan Saputra, Kamis (11/1) mengatakan, pembongkaran ini dilaukan karena berdasarkan meteran yang dibaca PDAM, pelanggan ini kedapatan menyelangkan air ke rumah lain. 

"Berdasarkan data yang diperoleh PDAM, meteran air atas nama Darman, yang merupakan rumah kosong, ternyata dipakai oleh tetangganya sendiri Nur Diana. Untuk itu, kami PDAM Unit SU I bersama tim langsung membongkar meteran air ini," ujarnya.

Irwansyah menjelaskan, setelah dikonfirmasi kepada Nur Diana, mereka memang tidak pernah absen membayar air setiap bulan. Namun karena ini merupakan tindakan pelanggaran maka harus langsung dibongkar.

"Silakan langsung diurus ke kantor untuk penyelesainnya. Bagi pelanggan ini kami juga akan memberikan sanksi berupa denda Rp 500 ribu dan denda biaya pemasangan sebesar Rp 1,050 juta," ujarnya.

Selain itu,PDAM Tirta Musi Unit SU I juga mendatangi 73 orang pelanggannya yang kedapatan menunggak tagihan, meteran airnya harus diputus untuk sementara waktu, hingga pelanggan tersebut membayar tagihannya.

"Jumlah pelanggan yang diputus sementara ini memang kecil dibandingkan dengan jumlah total pelanggan yang mencapai 22.900 pelanggan, namun jika tidak ditindak tegas, yang lain malah ikut-ikutan. Kita tidak mau seperti itu.

Pengairan di wilayah unit SU I ini sangat lancar, sehingga kewajiban mereka juga harus dipenuhi," ujarnya.

Pemutusan yang dilakukan di wilayah ini mulai dari Jalan Bungaran, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Gub HA Bastari, Jalan HM Ryacudu, dan sekitarnya.

Irwan mengatakan, sebelum melakukan pemutusan ini, para pelanggan yang umur tunggakannya telah mencapai tiga bulan, langsung diberikan surat peringatan (SP) 1-3, sebelum akhirnya diputus. "Jadi yang kita hitung, waktu tunggakannya, bukan banyak tunggakannya ya. Ada 73 pelanggan yang terdata, dengan jumlah tunggakan 226 bulan. Mereka sudah kita berikan peringatan untuk menyelesaikan tunggakannya, kalau masih tidak dibayar ya sudah kita putus," ujarnya.

Dia juga mengatakan, setelah dilakukan pemutusan sementara ini, pelanggan diberi waktu selama dua bulan untuk melunasi tunggakannya. Namun, bila jatuh waktu yang ditentukan, tunggakan tersebut tidak juga dibayar, maka otomatis meteran para pelanggan tersebut akan diputus permanen. "Mereka dapat membayar tunggakkannya ke kantor unit ya. Tapi kalau ada pelanggaran, penyelesaiannya di PKA PDAM Rambutan," ujarnya.(cr5)

Penulis: Siti Olisa
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help