Kodim 0402 OKI Dukung Program Imunisasi Difteri

Sebagaimana pada anak, vaksinasi difteri juga perlu diberikan untuk orang orang dewasa guna mencegah penyebaran penyakit difteri.

Kodim 0402 OKI Dukung Program Imunisasi Difteri
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kepala Puskesmas Kuta Raya dr Isa didampingi Koramil 402/Kayuagung, sedang merayu anak-anak agar tidak nangis ketika disuntik 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Kodim 0402/OKI turut serta mendukung pemerintah menjalankan program kesehatan melalui imunisasi difteri terhadap anak-anak usia dini, Kamis (11/1/2018) di Makodim.

Pelaksanaan imunisasi oleh TNI AD bersama Puskesmas Kuta Raya diawali dari keluarga TNI dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sederajat di sekitar lingkungan Makodim. Lalu, akan dilanjutkan ke wilayah desa di beberapa kecamatan.

Dandim 0402 OKI-OI Letkol Seprianizar SSos didampingi Danramil 402/10 Kayuagung Kapten RM Hatta mengatakan, peserta imunisasi berasal dari keluarga besar kodim, murid TK Kartika Kodim, SD/SMP/SMA yg berada di sekitar Markas Kodim.

Dijelaskan Letkol Seprianizar, difteri banyak dialami oleh anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa secara otomatis bebas difteri.

Sebagaimana pada anak, vaksinasi difteri juga perlu diberikan untuk orang orang dewasa guna mencegah penyebaran penyakit difteri.

Untuk itu, dijelaskan Kadin Kesehatan OKI H Lubis didampingi Kepala Puskesmas Kuta Raya dr Isa, Kementerian Kesehatan RI telah menganjurkan vaksinasi difteri sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan meluasnya KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri di Indonesia.

Program vaksinasi dari pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization), memberikan imunisasi difteri terutama bagi penduduk Indonesia berusia 1-19 tahun yang tinggal di sekitar penderita difteri.

"Sedangkan vaksinasi difteri pada orang dewasa diharapkan dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta," pinta Lubis agar warga OKI tak jangkit penderita difteri.

Sebab, tutur Lubis, difteri merupakan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung hingga berujung kematian.

Penyebarannya adalah melalui udara ketika penderita difteri batuk atau bersin. Vaksinasi difteri pada anak maupun orang dewasa berfungsi memicu timbulnya kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab penyakit tersebut.

Dijeaskan dr Isa, umumnya pemberian vaksinasi difteri bersama dengan vaksin lain dilakukan pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017.

Vaksinasi itu dikenal dengan DTP, sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus dan batuk reja

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help