Pergub Taksi Online

Ini Syarat Bagi Taksi Online di Sumsel Supaya Bisa Narik Penumpang dan tak Kena Tilang

Menggunakan kendaraan mobil penumpang umum minimal 1.000cc (seribucentimetercubic).

Ini Syarat Bagi Taksi Online di Sumsel Supaya Bisa Narik Penumpang dan tak Kena Tilang
IST

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumsel Alex Noerdin sudah menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Pergub itu merupakan turunan dari Peraturan Menteri nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Pada Bab III pada aturan tersebut dinyatakan, Kendaraan yang dipergunakan untuk pelayanan angkutan sewa khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1),wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut

Menggunakan kendaraan mobil penumpang umum minimal 1.000cc (seribucentimetercubic).

Lebih lanjut aturan itu menyatakan kendaraan yang dipergunakan meliputi mobil penumpang sedan yang memiliki 3(tiga) ruang dan atau mobil penumpang bukan sedan yang memiliki 2 (dua) ruang.

Usia maksimal kendaraan 5 (lima) tahun dari tahun pembuatan kendaraan atau tahun perakitan.

Menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor dengan warna dasar hitam tulisan putih dan berkode khusus sesuai penetapan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai domisili.

Dilengkapi dengan tanda khusus berupa stiker yang ditempatkan di kaca depan kanan atas dan belakang yang
sesuai dengan warna stiker wilayah operasi.

Serta dilengkapi dokumen perjalanan yang sah,berupa surat tanda nomor kendaraan, kartu uji buku uji, kartu pengawasan dan atau dokumen lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di dalam mobil juga dilengkapi nomor pengaduan masyarakat di dalam kendaraan yang mudah terbaca oleh pengguna jasa.

Kemudian tanda jati diri pengemudi ditempatkan pada dashboard kendaraan atau tertera pada aplikasi yang dikeluarkan oleh masing-masing penyelenggara angkutan sewa khusus.

Kasi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Fansuri mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada para driver untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

Driver taksi dan ojek online saat mengelar aksi unjuk rasa di Palembang,  beberapa waktu lalu.
Driver taksi dan ojek online saat mengelar aksi unjuk rasa di Palembang, beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

"Mengapa?
Agar mudah dikontrol untuk memprioritaskan keselamatan pengemudi dan penumpang, tidak ada lagi transportasi liar, "katanya.

Fansuri mengatakan, sesuai pergub tersebut taksi yang memiliki Izin lah yang bisa mengangkut penumpang. Yang tak memiliki izin maka akan Ditindak.

"Sesuai aturan itu, untuk wilayah satu hanya 1.000 driver, tak boleh lebih, "katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help