Tingkat Pengangguran Terbuka Sumsel 2017 Capai 4,39 Persen Naik 0,08 Persen dari Tahun 2016

Jumlah pengangguran terbuka meningkat sebanyak 0,08 atau 978 orang. Sedangkan, pada Agustus 2016 TPT mencapai 4,31 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka Sumsel 2017 Capai 4,39 Persen Naik 0,08 Persen dari Tahun 2016
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel, Yos Rudiansyah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Sumsel mencatat terjadi peningkatan jumlah pengangguran di seluruh daerah di Provinsi Sumsel pada Agustus 2017 dibanding bulan yang sama di tahun 2016.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Agustus 2017 tercatat 4,39 persen dari total angkatan kerja.

Jumlah pengangguran terbuka meningkat sebanyak 0,08 atau 978 orang. Sedangkan, pada Agustus 2016 TPT mencapai 4,31 persen.

"Penambahan jumlah pengangguran ini karena meningkatnya jumlah angkatan kerja sebesar 4,39 persen atau sebanyak 56.010 orang," ujar Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah. Rabu (10/1).

Sedangkan, jumlah penduduk yang bekerja di Sumsel pada Agustus 2017 mencapai 3,94 juta orang atau berkurang 56,010 ribu orang dibanding Februari 2016.

Ia menambahkan, selama periode Agustus 2016 hingga Agustus 2017, ada dua lapangan usaha yang mengalami penurunan daya serap penduduk bekerja, yakni sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, serta Perikanan, dan sektor Pertambangan dan Penggalian.

Sementara, dua sektor lainnya mengalami peningkatan penyerapan penduduk bekerja, dengan peningkatan penyerapan tertinggi terjadi pada sektor konstruksi dan keuangan sebesar 6,5 persen.

Berdasarkan jumlah jam kerja, dari 3,94 juta penduduk bekerja, sebanyak 2.576,3 juta orang atau sebesar 65,35 persen bekerja di atas 35 jam per minggu. Sedangkan, ada 55,2 ribu orang bekerja kurang dari tujuh jam per minggu.

Di Agustus 2017, penduduk bekerja berpendidikan tamat SD,SMP dan SMA masih mendominasi penyerapan lapangan kerja sebesar 82,6 persen.

Sementara, penduduk berpendidikan tinggi yang terserap di lapangan pekerjaan masih relatif rendah, yakni tamatan Diploma (D-I/D-II/D-III) sebesar 2,67 persen serta tamatan Universitas (D-IV/S-l/S-2/S-3) sebesar 8,81 persen.

Ia berharap agar di tahun 2018 masyarakat Sumsel mempunyai keterampilan pendidikan yang khusus agar lebih produktif dan masuk bursa kerja.(Mg1)

Penulis: Haris Widodo
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved