Gak Heran! Usai Dijadikan KPK Tersangka, Ternyata Fredrich Yunadi Miliki Aib Memalukan Ini. Parah

Lama tak terdengar kabarnya, mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dikabarkan dicekal keberangkatannya saat di bandara.

Gak Heran! Usai Dijadikan KPK Tersangka, Ternyata Fredrich Yunadi Miliki Aib Memalukan Ini. Parah
kolase
Fredrich Yunadi 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Fadhila Rahma

SRIPOKU.COM -  Lama tak terdengar kabarnya, mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dikabarkan dicekal keberangkatannya saat di bandara.

Sementara kabar terbaru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Fredrich dijerat KPK karena diduga menghalang-halangi proses penanganan kasus e-KTP.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan saat dikonfirmasi awak media. Namun Febri belum dapat merincikan pasal yang disangkakan kepada Fredrich.

"Ya (benar), informasinya sudah penyidikan. Sore ini akan diumumkan," kata Febri dikonfirmasi awak media, Rabu, 10 Januari 2018.

Fredrich
Fredrich ()

Dihubungi terpisah, Fredrich mengaku telah mendengar kabar mengenai statusnya di KPK. Namun ia berdalih belum mendapatkan surat penetapan tersangka dari KPK. "Belum ada (surat dari KPK)," kata Fredrich kepada awak media.

Melihat sepak terjang Fredrich, mungkin hal yang paling diingat adalah bagaimana dia muncul di muka publik ketika Setnov mengalami kecelakaan.

Bahkan kata kunci "Fredrich Yunadi" pun terindeks pada trending searches Google Trends Indonesia.

Itu artinya, kata kunci "Fredrich Yunadi" paling dicari warganet Indonesia.

Sosok dia mungkin bikin warganet sangat penasaran, termasuk track record-nya sebagai pengacara.

Terkait dengan profesinya sebagai pengacara, Fredrich bergelar SH, LLM, MBA, JD serta menjabat managing partner pada kantor pengacara Yunadi & Associates.

Kantor pengacara ini berdiri sejak tahun 1994 atau 23 tahun lalu dan beralamat di Jl Melawai nomor 8, RT 3/RW 1, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Fadhila Rahma
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help