Pemilihan Walikota Pagaralam

Usai Pendaftaran, KPU Pagaralam Giring Bakal Paslon ke RSMH Palembang untuk Tes Kesehatan

Nanti yang akan memeriksa kesehatan para calon yaitu dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Himpunan Psikoligi Indonesia (HIMSI)

Usai Pendaftaran, KPU Pagaralam Giring Bakal Paslon ke RSMH Palembang untuk Tes Kesehatan
IST
ilustrasi dokter dna kesehatan 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Usai pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan para bapaslon untuk menjalani tes kesehatan jasmani serta bebas narkoba.

Hal ini diungkapkan ketua KPU Pagaralam, Yenli Elmanoferi kepada Sripoku.com, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, setelah kegiatan pendaftaran setiap paslon yang dinyatakan berkasnya lengkap akan langsung dijadwalkan untuk mengikuti tes kesehatan, narkoba dan jasmani.

"Usai jadwal pendaftaran, kita harapkan bapaslon mengikuti tahapan selanjuntnya yakni tes jasmani dan bebas narkoba pada 11 Januari atau sehari setelah habis waktu pendaftran pencalonan," ujarnya.

Dijelaskannya, berdasarkan kesepakatan atau MoU KPU dengan beberapa pihak yang dilibatkan, tes jasmani dan bebas narkoba akan dilakukan di Graha Spesialis Rumah Sakit Muhammad Hoesen (RSMH) Palembang.

"Nanti yang akan memeriksa kesehatan para calon yaitu dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Himpunan Psikoligi Indonesia (HIMSI) yang akan melakukan tes kesehatan jasmani dan bebas narkoba kepada Bapaslon," jelasnya.

Dikatakannya, tes ini tidak hanya akan dikuti oleh bapaslon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam saja namun, juga akan ada seluruh bapaslon kepala daerah se Sumatera Selatan hingga bacagub dan bacwagub.

"Semuanya akan berkumpul di sana dan menjalani tes kesehatan jasmani dan bebas narkoba serentak," katanya.

Yenli menegaskan, sanksi tegas menanti bagi bapaslon yang dinyatakan positif menggunakan narkoba atau tidak sehat jasmani.

Apalagi tidak mengikuti tahapan ini bapaslon akan didiskualifiasi dari pencalonan karena rekomendasi dari tim kesehatan menjadi patokan KPU untuk menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT).

"Kalau tidak ikut atau dinyatakan tidak sehat serta menggunakan narkoba maka artinya bapaslon dinyatakan kurang persyaratan dan otomatis didiskualifikasi," tegasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help