Bau Busuk Ganggu Warga Komplek Dehan Abadi Sematang Borang, Ternyata Berasal dari Mayat

Budiono ditemukan polisi dan warga telah meninggal dunia di rumahnya Komplek Dehan Abadi Blok A12 Sematang Borang Palembang.

Bau Busuk Ganggu Warga Komplek Dehan Abadi Sematang Borang, Ternyata Berasal dari Mayat
Internet
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bau busuk yang menusuk hidung menggegerkan warga perumahan Dehan Abadi. Bau tersebut muncul dari salah satu rumah di jalan Ir. HM Idris Musa RT 17 Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sematang Borang Palembang

Kejadian ini pertama kali dirasakan oleh Muhammad Rifki (27) warga Dehan Abadi Blok D9, saat itu, Selasa (09/10) pukul 10.00 ia mencoba mencari tahu bau tersebut.

"Saat itu memang terasa ada bau tidak sedap seperti ada buntang di rumah A12. Saya curiga soalnya, terakhir korban terlihat pada hari, Jumat (5/01) saya bersama warga pergi mendekati rumah tersebut dan mencium bau buntang, lalu kami sepakat melaporkan kejadian ini ke Polsek Sako,” ujarnya.

Petugas piket Polsek Sako dipimpin oleh Kanit Reskrim IPTU Yahya Roni mendatangi tempat kejadian untuk mengecek rumah tersebut.

Saat dilakukan pengecekan memang ditemukan ada korban yang diperkirakan telah meninggal dunia berapa hari terakhir.

Setelah melalui pengecekan pihak kepolisian menemukan identitas korban yang bernama Budiono (61) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian.

Dari tanda pengenal diketahui korban merupakan warga Jl.Mayor Zen Lr Margoyoso Rt.11/03 sei selayur Kalidoni.

“Kami telah mendatangi TKP sekaligus mencari barang bukti dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Arpan alias Yai (50) tetangga korban mengatakan memang dalam beberapa hari terakhir korban sering terlihat di belakang rumahnya sedang sakit.

“Saya sempat menyarankan untuk berobat tetapi, korban tidak mau. Terakhir kali liat ya hari Jumat kemarin. Beberapa hari belakangan tidak terlihat bahkan rumahnya tertutup rapat,” ujarnya.

Saat ini mayat telah di bawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan Visum untuk memeriksa apakah ada tanda tanda kekerasan.

Sejauh ini pihak kepolisian telah menghubungi pihak keluarga, dari Hercules (50) diketahui pamanya tersebut memang tinggal sendirian di perumahan tersebut.

Ia tidak mengetahui bahwa pamanya tersebut menderita penyakit.

Kapolsek Sako Kompol Ahmad Firdaus yang dihubungi, membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan dan saksi-saksi di lapangan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, dan memang dalam beberapa hari terakhir korban terlihat sakit,” ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help