Transaksi Reksa Dana di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Melonjak Signifikan

Hingga akhir tahun, transaksi reksa dana di Sumsel mencapai Rp105,53 miliar dan di Babel senilai Rp18,33 miliar

Transaksi Reksa Dana di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Melonjak Signifikan
Primus
Kelompok muda usia semisal pelajar dan mahasiswa mendapat kesempatan mengenal risiko berinvestasi. Salah satunya melalui reksa dana. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Industri reksa dana di Sumatera Selatan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Hal ini terlihat dari lonjakan pada nominal transaksi, di mana tumbuh hingga 272,81 persen untuk di Sumsel dan 1.122 persen untuk di Bangka Belitung.

"Hingga akhir tahun, transaksi reksa dana di Sumsel mencapai Rp105,53 miliar dan di Babel senilai Rp18,33 miliar,” ujar Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel, Panca Hadi Suyatno, Jumat (5/1/2018).

Kian bertumbuhnya nilai transaksi reksadana di Sumsel, selaras dengan pertumbuhan jumlah investor baru catatan, dimana jumlah investor reksa dana baru di Sumsel mencapai 2.353 single investor identification (SID) atau tumbuh 49,54 persen dari nasabah eksisting sebanyak 4.750 SID pada 2016.

"Kinerja reksa dana di Sumsel maupun Babel memang cukup menggembirakan karena pertumbuhan investor dan transaksi signifikan," ujarnya

Sementara untuk di Bangka Belitung, pertumbuhan investor baru melonjak sebesar 85,99 persen atau sebanyak 964 SID.

Pertumbuhan tersebut membuat jumlah investor reksa dana di Babel menjadi 2.085 SID dari sebelumnya 1.121 SID.

Walau kinerja reksa dana menunjukkan pertumbuhan yang signifikan namun jumlah perusahaan manajemen atau pengelolaan investasi di dua provinsi itu masih terbatas.

Dari catatan, baru ada 2 entitas perusahaan pengelolaan investasi di Sumsel dan Babel.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help