Speedboat Tenggelam

Bermuatan 57 Orang, Penumpang Berebut Pegang Drum Plastik

Suasana panik masih tergambar jelas di dalam ingatan Iskandar (25), salah seorang penumpang speedboat Awet Muda yang selamat dari maut,

Bermuatan 57 Orang, Penumpang Berebut Pegang Drum Plastik
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Suasana evakuasi korban tenggelamnya Speedboat. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Suasana panik masih tergambar jelas di dalam ingatan Iskandar (25), salah seorang penumpang speedboat Awet Muda yang selamat dari maut, Rabu (3/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu speedboat dari Karangagung menuju Palembang yang ditumpanginya tiba-tiba karam dihantam ombak ganas perairan Tanjung Serai Bagan 13 Kabupaten Banyuasin.

Berita Lainnya:  10 Korban Speedboat Tenggelam Banyuasin Ditemukan, Keluarga Nangis Liat Kondisi Mayat Jadi Begini

"Arus sungai saat itu deras sekali, seluruh penumpang banyak bergelantungan pada jeriken dan drum plastik. Saya sendiri saja bergelantungan dengan drum plastik bersama lima penumpang," ujar Iskandar yang berada di RS Bhayangkara Palembang ketika menceritakan detik-detik pertaruhan antara hidup dan mati di dalam air, Kamis (4/1).

Karamnya speedboat Awet Muda menelan 2 korban jiwa, yakni Mulyono (36) dan Bunga (9) yang merupakan bapak dan anak, warga Lorong Karya Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I. Sementara itu hingga pukul 23.30 WIB semalam, tercatat 12 orang penumpang masih dalam pencarian, dan 43 orang dinyatakan selamat.

Menurut Iskandar, suasana di lokasi sesaat kejadian terlihat sangat panik saat speedboat mulai karam dan semua penumpang berebutan untuk berenang meraih pegangan. Ketika air mulai masuk ke speedboat, penumpang yang berada di tengah sangat kesulitan untuk keluar, karena posisinya yang tidak leluasa untuk keluar menyelamatkan diri.

"Sudah tidak terpikir lagi buat menyelamatkan penumpang lain, yang ada hanya niat menyelamatkan diri masing-masing. Apapun kalau bisa ditarik akan ditarik. Saya saja hanya berpikir untuk menyelamatkan diri. Penumpang memang banyak sekali, tapi saya tidak tahu apakah over kapasitas atau tidak," ujarnya.

Iskandar dan puluhan penumpang lainnya, hanya bisa menggantungkan nyawanya dengan berpegangan pada jeriken dan drum plastik. Jika tidak ada jeriken dan drum itu, kemungkinan susah untuk mencari pegangan untuk dijadikan pelampung dan selamat.

"Saya dan lima penumpang yang berpegangan sama drum plastik itu selalu berucap untuk saling berpegangan erat dan jangan sampai terlepas. Kalau sampai terlepas, mungkin terbawa arus sungai," kata pria yang tercata sebagai TKS Dishub Muba yang bertugas di Karangagung.

Setelah 30 menit terombang-ambing dengan berpegangan pada jeriken dan drum, akhirnya dua kapal nelayan datang menolong. Setelah itu disusul sejumlah kapal nelayan hingga kapal Basarnas yang memberikan pertolongan.

Kepala Basarnas Palembang, Toto Mulyono mengatakan, ada 12 penumpang yang hilang dan terus dilakukan pencarian dari Kamis (4/1) sekitar pukul 06.00 WIB hingga sore. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda korban yang hilang.

Pencarian korban di perairan Sungai Tanjung Serai ini menggunakan 11 kapal gabungan milik Basarnas, Polairud dan masyarakat setempat. "Hingga pukul 16.15 tadi korban belum juga ditemukan, pencarian akan terus dilakukan hingga cuaca mulai gelap," terangnya.

Sementara Wakapolda Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih mencari keberadaan korban lainnya yang belum diketemukan. Tim gabungan yang bertugas mencari 12 penumpang termasuk serang kapal yang hilang, akan tetap di standby selama 7 hari sesuai ketentuan pencarian.

Menurutnya tim gabungan masih kesulitan mencari korban yang hilang terkedala kondisi cuaca yang tidak mendukung, ditambah kondisi perairan yang dipenuhi hutan bakau sehingga ada kemungkinan korban tersangkut di akar pohon atau terbawa arus. Ia menghimbau kepada semua Syah Bandar yang akan berlayar untuk berkordinasi terlebih dahulu dengan BMKG sebab kondisi cuaca dalam sepekan kurang layak untuk berlayar. (mg2/bew/def/TS)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved