Imunisasi Massal Dinkes Palembang Mulai 11 Januari, Ayo Ikut Imunisasi Jika tak Mau Kena Difteri

Dinas Kesehatan Kota Palembang akan menggelar vaksin massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) pada 11 Januari mendatang.

Imunisasi Massal Dinkes Palembang Mulai 11 Januari, Ayo Ikut Imunisasi Jika tak Mau Kena Difteri
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Palembang, dr Letizia 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Kota Palembang akan menggelar vaksin massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) pada 11 Januari mendatang.

Hal ini dilakukan karena saat ini Palembang sudah termasuk daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB). Jumlah pasien positif difteri satu orang dan 10 orang suspect difteri.

Berdasarkan data yang sudah dikumpukan jumlah sasaran faksin massal ini 550 ribu orang yang terdiri dari anak-anak usia 1-5 tahun sebanyak 100 ribu orang, 5-7 tahun 50 ribu orang dan anak usia 7-19 tahun 400 ribu orang.

Kadinkes Kota Palembang, dr Letizia, Kamis (4/1) mengatakan, vaksin yang disiapkan untuk imunisasi massal ini sesuai dengan jumlah sasaran.

"Satu vial vaksin digunakan untuk 8 orang dan pelaksannya akan dilakukan setiap hari," ujarnya.

Letizia mengatakan, vaksin massal ini akan dilakukan selama 3 putaran dengan jarak antara dosis pertama-kedua adalah satu bulan dan antara dosis kedua-ketiga enam bulan.

"Jadi putaran pertama akan dilakukan pada 11 Januari sampai 11 Februari, putaran kedua 11 Maret sampai 11 April dan putaran ketiga akan dilakukan pada 11 September," ujarnya.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada orang tua untuk segera membawa anaknya ke posko yang disiapkan. Adapun posko Dinkes ini diantarannya adalah rumah sakit, puskesmas, posyandu, sekolah, pesantren, panti asuhan dan posko lainnya.

"Anak-anak ini akan diberikan vaksin sesuai dengam umurnya. Ada tiga jenis vaksin yang akan diberikan. Untuk anak usia kurang dari lima tahun diberikan vaksin DPT HB-Hib, usia 5 hingga kurang dari lima tahun imunisasi DT dan imunisasi Td untuk anak usia 7 hingga kurang dari 19 tahun," ujarnya.

Masih kata Letizia, pihaknya menyiapkan tim kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis saraf dan spesialis obgin dari RS Bari dan beberapa puskesmas.

"Tim inilah yang memantau keadaan anak pasca imunisasi karena pasca imunisasi anak cenderung mengalami demam. Ada juga yang tidak demam karena daya tahan tubuhnya kuat," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help