Fenomena Warga Muba. Jual Buah Kelapa Sawit Beli Mobil

Jumlah kendaraan yang berada di wilayah Muba mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2017 lalu. Hal ini dikarenakan,

Fenomena Warga Muba. Jual Buah Kelapa Sawit Beli Mobil
SRIPOKU.COM/Yudi
Ilustrasi - Beli Mobil Baru. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Jumlah kendaraan yang berada di wilayah Muba mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2017 lalu. Hal ini dikarenakan, dimungkinkan harga komoditi sawit di Muba mengalami peningkatan sehingga banyak warga Muba yang membeli kendaraan baik roda dua maupun empat.

Berita Lainnya:  Waduh, Produksi Buah Sawit di Sumsel Turun 40 Persen

"Muba mengalami peningkatan pembelian kendaraan 38.35 persen. Tahun 2016 hanya ada 8.154 unit, untuk tahun 2017 naik menjadi 13.227 unit. Kemungkinan, ini berpengaruh karena peningkatan komoditi sawit yang ada di Muba. Sehingga banyak masyarakat Muba yang membeli kendaraan baik baru maupun bekas," ujar Wadirlantas Polda Sumsel AKBP Dwi Sulistyawan, Selasa (2/12).

Tak hanya di Muba yang mengalami peningkatan daya beli kendaraan, di OKI juga mengalami peningkatan terhadap daya beli kendaraan. Setidaknya, ada kenaikan 33 persen untuk pembelian kendaraan sepanjang tahun 2017.

Dari data milik Ditlantas Polda Sumsel, OKI mengalami peningkatan pembelian kendaraan bermotor sebanyak 11.009 unit dari tahun 2016 hanya sebanyak 7.303 unit. Begitu pula dengan Muaraenim yang mengalami peningkatan dari 11.443 unit ditahun 2016 menjadi 15.208 unit.

"Muaraenim mengalami peningkatan kendaraan, dikarenakan banyaknya pegawai PTBA yang membeli kendaraan. Dari data ada 200 unit mobil yang baru dibeli dan 1.200 unit motor. Selain meningkatan daya beli, adanya peningkatan BBN juga karena regulasi penerapan sesuai dengan KTP. Jadi, masyarakat juga menghindari pajak progresif sehingga melakukan balik nama kendaraan dengan nama sendiri," ujarnya.

Beberapa wilayah di Sumsel juga mengalami kenaikan karena hasil komoditinya juga mengalami peningkatan. Akan tetapi, ada juga wilayah yang mengalami penurunan daya beli kendaraan baik batu maupun bekas dikarenakan faktor ekonomi dan juga komoditi yang sedang turun.

Wilayah yang mengalami penurunan daya beli kendaraan juga terjadi di Palembang. Meski penurunannya tidak terlalu jauh hanya 4.53 persen, tetapi menunjukan bila daya beli masyarakat Palembang untuk kendaraan kurang. Dari data tahun 2016, tercatat sebanyak 88.213 unit yang dibeli masyarakat Palembang. Namun, ditahun 2017 hanya 84.216 unit baik roda dua maupun empat yang dibeli masyarakat.

"Banyak faktor sebenarnya pembelian kendaraan mengalami kenaikan maupun penurunan. Karena, faktor daya beli masyarakat di wilayah pastinya berbeda-beda," pungkasnya. (ard/TS)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved