Rumahnya Dibedah, Paidi dan Istri Bisa Tidur Lebih Nyaman Tapi Ini Kata Walikota Soal Rumah Itu

Untuk meminimalisir rumah tidak layak huni, Pemerintah Kota Palembang terus menjalankan program bedah rumah.

Rumahnya Dibedah, Paidi dan Istri Bisa Tidur Lebih Nyaman Tapi Ini Kata Walikota Soal Rumah Itu
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Walikota Palembang, Harnojoyo saat meresmikan rumah Paidi yang sudah dibedah oleh tim relawan Baladewa, Selasa (2/1). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk meminimalisir rumah tidak layak huni, Pemerintah Kota Palembang terus menjalankan program bedah rumah.

Tidak hanya melalui dana APBD dan APBN, program bedah rumah yang dijalankan juga diikuti oleh pihak ketiga.

Seperti yang dilakukan para relawan Baladewa, dengan memperbaiki  rumah Paidi, warga di kawasan Soak Simpur,  Kecamatan Sukarami Palembang.

Rumah yang sebelumnya berdinding papan hampir lapuk ini akhirnya disulap menjadi rumah minimalis berdinding beton.

Paidi merasa senang dengan kondisi rumahnya sekarang. Sehingga dirinya tidak lagi kedinginan serta kehujanan.

"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Walikota dan tim relawan Baladewa. Kami serasa bermimpi," ujarnya usai peresmian rumah yang selesai dibedah, Selasa (2/1).

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan bedah rumah menjadi salah satu program Pemerintah Kota Palembang dalam merentas rumah tidak layak.

2017 saja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah mendanai sekitar 554 unit rumah.

"Bedah rumah telah dilakukan beberapa tahun terakhir dan menjangkau masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Tahun ini saja lebih dari 300 rumah yang telah direnovasi," katanya usai meresmikan rumah di RT 33 Soak Simpur Kelurahan Sukajaya, Selasa (2/1).

Perbaikan sekitar 554 rumah tak layak ini bersumber dari APBD, sementara 628 lainnya bersumber dari APBN.

Sehingga masyarakat yang mendapat bantuan dilarang keras memperjualbelikan pasca perbaikan selesai.

Pemkot Palembang melakukan bantuan renovasi rumah kepada warga tak mampu untuk memberikan kenyamanan.

"Tetapi pasca dilakukan renovasi kami minta rumah itu jangan dijual karena itu sama saja mengambil keuntungan dari bantuan pemerintah. Program bedah rumah ini kami menggelontorkan dana sekitar Rp 50 juta per rumah. Selain karena rumah yang sudah tidak layak, kepemilikan rumah pun mesti orang yang bersangkutan dan dipergunakan sendiri. Artinya, rumah tersebut bukan dalam kondisi dikontrakkan kepada orang lain," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help