Ini Sebab Mengapa Kembang Api di JSC Tampak Lebih Banyak Dari Biasanya

Apalagi puncaknya, tepat pukul 00.00 masyarakat disuguhi oleh pesta kembang api yang menghiasi langit kompleks olahraga terbesar di Asia itu.

Ini Sebab Mengapa Kembang Api di JSC Tampak  Lebih Banyak Dari Biasanya
SRIPOKU.COM/RM. RESHA A.U
Suasana malam pergantian tahun di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (1/1/2018) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebagian besar masyarakat Kota Palembang menghabiskan momen tahun baru kali ini di kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (1/1/2018) dinihari.

Apalagi puncaknya, tepat pukul 00.00 masyarakat disuguhi oleh pesta kembang api yang menghiasi langit kompleks olahraga terbesar di Asia itu.

Masyarakat yang menggunakan mobil juga  masuk melalui pintu gerbang utama.

Mereka ditawarkan terompet dan petasan oleh pihak pengelola.

"Kalau terompet harganya 20 ribu, kalau petasan 40 ribu," ujar Joni (32) yang membawa keluarganya naik mobil.

===

Pria asal Lemabang ini membeli sebuah terompet karena anaknya ingin membeli untuk memeriahkan malam pergantian tahun itu.

Berbeda dengan Kadir (32), yang tidak membeli apa-apa.

Sehingga ia membayar tiket masuk saja.

"Ga mas, males belinya. Jadi bayar tiket masuk aja 20 ribu," ujar pemilik mobil Avanza silver itu.

===

Wajar jika tepat pada pukul 12 malam, kembang api lebih meriah.

Sebab, warga juga menembakkan kembang api yang memiliki kilatan berwarna-warni yang turut menghiasi langit JSC malam itu, tidak hanya kembang api milik pengelola JSC saja.

Pengelola juga menembakkan kembang api sebanyak tiga kali, yang menyemburkan warna layaknya air mancur, dari dalam stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Pesta kembang api tersebut berlangsung hingga 15 menit.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved